Pekanbaru dan Kampar Ikut Seleksi Kota Kreatif di Solo

951 views

menpar(1)JAKARTA (RiauInfo) – Sebanyak 60 kota dari berbagai daerah di tanah air, siap mengikuti seleksi kota kreatif yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Solo, 22-25 Oktober mendatang. Dua diantara sejumlah kota yang terdaftar ikut seleksi kota kreatif itu adalah Pekanbaru dan Kampar, dua kota wisata kuliner di provinsi Riau yang sejak beberapa waktu lalu terpapar asap, namun semangat pelaku industri wisatanya tetap tinggi menjadikan Pekanbaru dan Kampar kota kreatif.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sambutan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, kemarin mengatakan, keberataan kota kreatif sangat penting untuk memajukan aktivitas kepariwisataan disebuah daerah. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki banyak kota kreatif, padahal Indonesia menargetkan kedatangan wisman mencapai 20 juta orang setiap tahunnya.

Karena itu diperlukan banyak kota kreatif di tanah air, yakni kota yang tidak saja memiliki banyak warga kreatif dalam memajukan usaha kepariwisataan di daerahnya, tetapi juga bagaimana warga kota kreatif tersebut memasarkan pesona kepariwisataan daerahnya hingga turis mencanegara akan berlomba mengunjungi kota tersebut.

“Berkait dengan itulah saya mendukung sekali usaha Bekraf menyelenggarakan seleksi kota kreatif di Solo pada22-25 Oktober nanti,” ujar Menpar Arief Yahya. Dia juga mengingatkan, kunci sukses sebuah kota kreatif ada di 3T yakni lancarnya transfortasi dan akomodasi, mudahnya telekomunikasi dan tourism, yakni bagaimana pelayanan masyarakat terhadap touris di daerahnya.

Menurut pihak panitia, seleksi kota kreatif nantinya akan membekali pengetahuan para peserta agar kota wisatanya memiliki jaringan kerjasama dengan kota-kota wisata lainnya di tanah air. Dengan mengajak para peserta saling berbagi pengalaman dan praktek memberikan pelayanan terbaik kepada wisman, diharapkan pertumbuhan industri wisata di kota kreatif akan terus membaik, begitu juga pengembangan budaya, sosial dan ekonomi.

Para peserta juga akan dibekali 10 rumusan baru tentang kota kreatif , termasuk membentuk jaringan kota kreatif, dan menjual produk produk unggulan serta karya karya kreatif yanf ada di sebuah daerah. Pembekalan tentang itu hal itu dinilai penting dalam rangka mempersiapkan masyarakat kota kreatif ikut bersaing dalam program Masyarakat Ekonomi ASEAN.

“Semua kota di Indonesia memiliki daya tarik yang apabila dikembangkan dapat menjadi ciri khas yang menarik dan mendatangkan wisatawan. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa daerah yang telah mendapat pengakuan sebagai kota krearif. Ada baiknya hal ini terus ditingkatkan secara kualitas dan kuantitas,” ujar Menpar lagi.

Menteri juga berharap setelah mengikuti seleksi kota kreatif, maka jumlah kota kreatif di Indonesia akan bertambah. Sejauh ini, kota kota di tanah nair yang telah mendapat pengakuan Pemerintah sebagai kota kreatif adalah Bali, Bandung, Jogyakarta, Pekalongan dan Solo.

“Sekarang kota Pekanbaru dan Kampar di Riau ikut seleksi kota kreatif. Kita ketahui dua kota itu memang punya keunggulan tersendiri dala bidan kuliner dan tradisi kehidupan masyarakat melayu serta beberapa keunikan lain. Tapi daerah itu kan sekarang sedang terpapar asap. Mungkin setelah mengikuti seleksi kota kreatif, pesertanya akan memiliki pengatahuan bagaimana asap tidak akan mengganggu wisatawan mengunjungi Pekanbaru dan Kampar. Tentu perlu kerjasama semua pihak…” jelas pihak panitia. (Ami Herman)

Posting Terkait