OP Minyak Goreng Akan Jalan Lagi Dalam Waktu Dekat

658 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Upaya pemerintah menekan harga kebutuhan pokok khususnya minyak goreng akan berlanjut. Setelah sebelumnya sempat stagnan (jalan ditempat) akibat diberlakukannya kenaikan Pajak Eksport (PE) oleh pemerintah terhadap bahan baku minyak goreng (CPO) beberapa waktu lalu.

Kecenderungan akan berjalannya Operasi Pasar (OP) untuk menekan harga minyak goreng dalam waktu dekat ini disimpulkan dari adanya kebijakan pemerintah, dalam hal ini Departemen Keuangan yang menangani Bea Eksport tersebut telah memberikan opsi bagi Departemen Perdagangan untuk melaporkan OP yang telah berjalan selama ini.

“Dengan adanya kebijakan yang diberikan pemerintah dari Departemen Keuangan yang meminta Deperindag untuk memberikan Laporan Pertangungn Jawaban tersebut, maka kita akan tunggu hasilnya. Dengan demikian OP dalam waktu dekat akan mulai berjalan lagi,” terang Henri Rustam dari Dinas Perindusterian Perdagangan (Disperindag) Riau kepada RiauInfo, Selasa (23/10) di Pekanbaru.

Menurut Henri, khusus Riau, Disperindag Riau akan mengadakan pertemuan atau rapat dengan pihak terkait kabupaten/kota se Riau dalam pecan ini juga. Upaya ini dilakukan agar OP yang akan disetujui pemerintah nantinya akan berjalan lancar khususnya di Provinsi Riau.

“Kita telah menebar undangan bagi seluruh kabupaten/kota se Riau agar menghadiri rapat menyambut akan diberlakukannya OP lagi oleh pusat dalam waktu dekat ini,” sebut Henri Rustam.

Rapat yang akan digelar ini bertujuan untuyk menyamakan sosialisasi dalam penanganan harga minyak goreng jika OP berlaku lagi. Pasalnya, harga minyak goreng OP ini akan berfariasi untuk menurut daerah masing-masing.

“Harga minyak goreng OP nantinya akan berfariasi sesuai daerah masing-masing. Namun yang tetap adalah pemberian subsidi dari pemerintah. Ketetapan besaran subsidi 2.500 per liternya. Jika suatu daerah harga pasaran minyak gorengnya 8.000 rupiah, maka di daerah itu kita jual dengan harga pasar 8.000 dikurang subsidi Rp. 2.500, yakni seharga Rp. 5.500 per liternya,” terang Henri.

Henri mengaharapkan, OP yang akan berjalan nantinya dapat berlangsung sesuai program pemerintah dan sukses, khususnya di Riau. “Maka kita harap pertemuan mengenai OP ini akan dihadiri oleh utusan kabupaten/kota se Riau nantinya ini sesuai undangan yang dilayangkan Disperindag Riau,”kata Henri.(Surya)

 

Posting Terkait