Nuansa Melayu dalam Milad ke-5 BKPBM

775 views

YOGYAKARTA (RiauInfo) – Musik Melayu ditabuh bertalu-talu. Tiga dara cantik menari, melenggang sambil membawa tepak sirih. Salah seorang penari kemudian mempersilahkan para tamu kehormatan, Ir. Condroyono (Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakata), Dr. Aris Arif Mundayat (Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, Universitas Gadjah Mada/PSSAT-UGM), serta Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Mahyudin Al Mudra, SH., MM., untuk mencicipi daun sirih sebagai pertanda penyambutan.

Begitulah suguhan Tari Persembahan Melayu pada awal acara milad (ulang tahun) kelima BKPBM yang digelar pada Jumat malam (4/07/2008) di taman belakang BKPBM. Beberapa bait pantun dibaca oleh pembawa acara, Ardiansyah, untuk menandai dimulainya acara. Hendak bermalam di Indragiri//Carilah ketam bawa ke hulu//Dengan salam pembuka diri//Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tamu undangan, di antaranya Dr. Nicolaas Warouw, Budi Irawanto, M.A (rombongan dari PSSAT-UGM), Dr. Bianca Smith, rombongan dari Hotel Melia Purosani, Jogja Plaza Hotel, Wisma Bahasa, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM, dan beberapa tamu undangan lainnya. Tampak pula Ketua Keluarga Masyarakat Propinsi Kepulauan Riau Yogyakarta (KMPKR), Ir. Said Fadhillah Alathas, M.Si, serta Mantan Wakil Walikota Yogyakarta, Sukri Fadholi, SH.

Dalam hitungan usia yang cukup belia, BKPBM telah merealisasikan berbagai program kerja, termasuk di antaranya kegiatan preservasi budaya, kajian-kajian ilmiah, serta kegiatan-kegiatan yang bersifat pengembangan dan publikasi kebudayaan Melayu secara online dan offline (dalam bentuk buku).

Dalam acara perayaan milad tersebut, BKPBM meluncurkan dua portal baru, yaitu WisataMelayu.com dan RajaAliHaji.com. WisataMelayu.com diluncurkan sebagai portal data yang menyajikan segala hal ihwal pariwisata di kawasan dunia Melayu yang meliputi 12 negara. Sementara, RajaAliHaji.com bertujuan untuk mengkaji dan mempublikasikan pemikiran Raja Ali haji yang terkenal sebagai pengembang keilmuan di dunia Melayu di segala bidang, terutama bahasa dan sastra. Pembacaan Gurindam Dua Belas, karya agung Raja Ali Haji, mewarnai peluncuran portal tersebut.

Peluncuran portal RajaAliHaji.com ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Condroyono yang diiringi dengan pembacaan pantun: Pinang merah tanaman negeri//Batang buluh tak mudah layu//Kami persembahkan situs Raja Ali Haji//Sebagai suluh kalbu Melayu. Sedangkan pemotongan tumpeng kedua yang dilakukan oleh Said Fadhillah Alatas, menandai launching-nya WisataMelayu.com, dan diiringi pantun: Cari Perunggu letak di bara//Jadikan senjata laksmana dahulu//WisataMelayu telah dibuka//Menjadi ranah saujana Melayu.

Dalam sambutannya, Condroyono menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya-upaya BKPBM. Meskipun baru berusia lima tahun, tetapi BKPBM mampu menjelajahi dunia maya melalui ketiga portalnya. “Hal ini tentu saja akan memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan kebudayaan Melayu,” ungkapnya.

Condroyono juga menilai, keberadaan BKPBM di Kota Yogyakarta merupakan satu bukti bahwa Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia, tempat di mana kebudayaan tiap masyarakat berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat dan kebudayaan setempat. Condroyono berharap, semoga apa yang telah dirintis oleh BKPBM dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Aris Arif Mundayat mengatakan bahwa masyarakat Yogyakarta dikenalkan dengan kebudayaan lain, baik kebudayaan Melayu dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Kamboja, sampai Afrika Selatan melalui portal-portal BKPBM. “Melalui portal-portal inilah kita bisa mengenal, menghargai, kemudian memahami kebudayaan yang lain. Persentuhan dengan budaya-budaya lain ini selanjutnya memiliki dampak positif bagi kehidupan antarbangsa dan antarkebudayaan di dunia.” ujar Aris.

Sementara itu, Mahyudin Al Mudra selaku Pemangku BKPBM menyatakan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya milad kelima BKPBM ini. Menurutnya, acara milad kali ini merupakan satu bukti bahwa BKPBM memiliki staf-staf yang cerdas serta mudah dalam bekerja sama. Secara khusus Mahyudin juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan serta kerja keras para staf, baik para redaktur, para pimpinan redaksi, admin, programer, disainer, humas, serta bagian umum di BKPBM. Secara khusus Mahyudin juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra dan Prof. Dr. Safri Sairin, para konsultan BKPBM, yang telah berjasa banyak dalam memberikan landasan-landasan teori dalam kajian budaya Melayu. Juga kepada Amalia Catering yang telah membantu secara penuh kesuksesan acara ini.

Perayaan Milad kali ini juga bertepatan dengan ulang tahun emas pendiri dan pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH., MM. yang akrab disapa Bang MAM. Untuk memberikan kejutan, para staf BKPBM menghadiahkan kue tart sebagai simbol ucapan selamat ulang tahun. Kado istimewa berupa situs pribadi, www.mahyudinalmudra.com, yang didesain oleh Ong Hari Wahyu, desainer kondang Yogyakarta.

Tampilan muka website tersebut menyajikan sekelumit biografi Mahyudin, aktivitasnya sehari-hari, serta penghargaan-penghargaan yang pernah diperolehnya. Ong juga menghadiahkan sebuah buku antik berjudul Sejarah Melayu, terbitan tahun 1952.(ad/rls)

Posting Terkait