MENUJU HPN RIAU 2011 Press Tour Kabupaten Kampar

633 views
PEKANBARU (RiauInfo) – Peringatan Hari Pers Nasional Provinsi Riau akan dipusatkan di Kabupaten Kampar. Menuju peringatan tersebut PWI Riau bersama Pemerintah Kabupaten Kampar mengadakan Press Tour dengan agenda mengunjungi beberapa situs penting yang berkaitan dengan sejarah Kampar.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan wartawan dari beberapa media di Riau ini dibuka oleh Bupati Kampar Burhanudin Husein di Kantor Bupati Kampar Kamis 21 April 2011.

Dalam sambutannya Burhanudin Husein mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kampar sebagai pusat kegiatan insan pers se-Riau tersebut. Harapannya potensi pariwisata Kamparpun dapat terpromosikan lewat pemberitaan media-media di Riau. Selain itu pariwisata Kampar dapat menjadi salah satu agenda pengembangan pariwisata di Riau.

Burhanudin Husein juga menyampaikan bahwa sejarah Kampar perlu dipublikasikan, sebagai sumbangsih kelengkapan sejarah Riau dan Indonesia.

Kegiatan pertama dalam Press Tour tersebut adalah mengunjungi Candi Muara Takus yang merupakan ikon penting pariwisata Kampar dan bahkan Riau. Candi Budha yang terletak di Kecamatan XIII tersebut terbukti memang masih kurang terpromosikan dengan baik. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengaku belum pernah berkunjung ke situs tersebut.

Kompleks yang memuat empat buah candi tersebutpun diyakini masih memiliki kekayaan yang terpendam di dalamnya. Perlu penelitian dan eksplorasi yang lebih dalam lagi, karenanya harapan bantuan dari Pemerintah Indonesia bahkan dunia melalui UNESCO sangat dibutuhkan.

Perkiraan tersimpannya kekayaan di bawah Candi Muara Takus dan disekitarnya dibuktikan dari ditemukannya batu-batu serupa pelataran candi di beberapa tempat di sekitar kompleks yang masih menjadi lahan milik penduduk baru-baru ini.

Kunjungan penting lainnya adalah Mesjid Jami di Kecamatan Air Tiris. Mesjid yang didirikan tahun 1901 tersebut merupakan lambang persatuan 24 kenegerian di Air Tiris. Selain itu mesjid inipun menjadi saksi keimanan dan perlawanan masyarakat terhadap penjajahan Belanda.

Bentuk mesjid yang masih dipertahankan keotentikannya tersebut mengundang kekaguman para peserta. Bangunan masjid yang tanpa menggunakan paku terbukti malah menjadikannya kuat. Tiang mesjid berjumlah 24 yang dibawa oleh masing-masing kenegrian. Keindahan mesjid inipun ditambah dengan beragamnya bentuk ukiran yang mewakili tradisi dan seni dari ke-24 kenegrian tersebut.

Akhir perjalanan tour tersebut ternyata belum memuaskan para peserta yang terdengar dari beberapa komentar yang menyatakan tidaklah cukup menggali kekayaan Kampar dalam satu hari. (ari)

Posting Terkait