Masalah Kebrutalan FPI, Masyarakat Harus Memandang Secara Objektif

PEKANBARU (RiauInfo) – Terkait tentang penangkapan aktivis dan wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI), Haris Kampay selaku Komando Laskar Islam dan Ketua DPD FPI Kota Pekanbaru yang didampingi Ketua Umum FPI Riau Zulhusni DOMO harapkan penilaian objektif.

Menurut Haris yang juga ketua Pemuda Hanura ini, masyarakat sebaiknya lebih cerdas, bijak dan objektif dalam menilai apa sebuah permasalahan terkait dengan kebrutalan sikap yang dilakukan para anggota FPI di Monumen Nasional (MONAS) Jakarta.

Menurutnya, saat ini Habib Riziq selaku ketua umum FPI sudah mengirimkan bukti-bukti video siapa sebenarnya yang menjadi propokator hingga berujung keributan. Dari video tersebut kata Haris tampak jelas salah satu anggota dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) membawa

senjata api dan mengacung-acungkan kepada massa FPI yang kebetulan jaraknya berdekatan. Sementara ada juga menghujat dengan mengatakan FPI laskar setan dan sebagainya.

Baginya sebagai manusia normal tentu saja tersinggung dengan ucapan dan tingkah perbuatan itu, namun polisi tidak pernah membahas masalah akar persoalannya.

Aparat justru mendengar perkataan yang tidak objektif dari elemen yang tidak menginginkan FPI ini ada. Untuk itu ia mengharapkan kepada masyarakat Pekanbaru jangan terpengaruh dengan berita yang tidak berimbang, papar Haris.

Terkait tentang wacana pembubaran dari berbagai elemen yang ada di Jakarta, Haris yang dijumpai di kantor FPI jalan Taskurun Kecamatan Marpoyan Damai mengatakan, ia dan rekan seperjuangan lainnya akan taat kepada hukum jika memang dibubarkan.

Namun sebelum adanya keputusan dari sana (Jakarta, red) jangan coba-caba mendemo apalagi merusak kantor FPI, karena akan langsung berhadapan dengan Haris Kampay, tantangnya.

Selain itu, Haris juga memperingatkan kepada mahasiswa jangan ada demo tentang FPI, karena saat ini ia telah berkoordinasi kepada rektor masing-masing universitas, kalau melakukan demo langsung dipecat.

Namun untuk mengantisipasinya, anggota Haris Kampay telah siap mematai disetiap pergerakan aktifis untuk kemudian dilaporkan.

Menyikapi tentang kekerasan yang sering dilakukan oleh anggota FPI di lapangan, Haris lagi-lagi membatah. Menurutnya, kekerasan itu adalah jalan terakhir dengan diberikannya peringatan sebelumnya, kemudian berbagai teguran sesuai dengan norma dan etika agama setempat. Tapi jika tidak mau, kekerasan adalah jalan terakhir, ucapnya dengan tegas.

Khusus mengenai Riau, Haris mengatakan FPI itu adalah orang berjiwa sosial bukan kekerasan. Berbagai kegiatan sosial yang selama ini telah dilaksanakan di masyarakat seperti memberi bantuan dalam berbagai bencana, membuat acara pengajian serta berbagai acara keagaman dan sosial lainnya, ungkapnya.(mukhtiar)

 

Rizki: