“Koperasi Siluman” Rugikan Masyarakat

747 views

PEKANBARU (RiauInfo) – “Koperasi siluman” yaitu koperasi yang biasanya beroperasi dengan sasaran kalangan pedagang di pasar-pasar tradisional, dinilai keberadaannya merugikan masyarakat. Pasalnya, koperasi ini memungut bunga pinjaman yang tinggi. Dihimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada!

“Koperasi semacam itu di manapun berada tetap merugikan masyarakat karena memungut bunga pinjaman yang tinggi, dan koperasi ini hanya berkonsentrasi mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi pemilik modal,” ungkap Ir Taufik Utomo Mantan PNS dilingkungan Pemprov Riau, kepada RiauInfoSabtu (14/7) di Pasar Tradisional (Pasar Bawah.

Menurut dia, sebenarnya tidak masalah koperasi mematok bunga pinjaman tinggi, asalkan sudah melalui kesepakatan semua anggota, dan keuntungan semata-mata untuk koperasi, bukan untuk pemilik modal. “Keuntungan koperasi itu nantinya akan kembali ke anggota dalam bentuk SHU (sisa hasil usaha),” kata Yahya.

Ia mengatakan masyarakat sampai sekarang masih saja memanfaatkan jasa “koperasi siluman”, karena koperasi ini dapat menyediakan pinjaman saat itu juga tanpa agunan yang berat. Kata dia, koperasi semacam itu dalam operasionalnya tidak menggunakan ketentuan-ketentuan yang lazim digunakan koperasi pada umumnya.

“Misalnya koperasi ini dalam menghimpun dana bersumber dari masyarakat di luar anggota koperasi dalam bentuk tabungan,” terangnya. `”Koperasi siluman” dalam mencari sasaran calon peminjam biasanya mengerahkan tenaga-tenaga lapangan yang langsung mendatangi kalangan pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.

Menurut Taufik, di antara koperasi tersebut ada yang belum berbadan hukum. “Tetapi dinas pemerintah yang terkait biasanya hanya bisa mengimbau kepada koperasi itu agar segera mengurus badan hukumnya,” kata dia.

Ia mengatakan syarat mendirikan koperasi antara lain memiliki anggota minimal 20 orang, dan diutamakan anggotanya dari kalangan penduduk setempat. Kemudian pengurus koperasi mengurus badan hukumnya. “Kalau saya rasa di sini (Riau) banyak koperasi yang berjalan seperti itu,” pungkasnya. (dowi)

Posting Terkait