Konferensi Imam Masjid se-Dunia di Riau

668 views

Diharapkan Berperan Penting Dalam Pengembangan Islam ke Depan

news14580SESUNGGUHNYA imam masjid tidak hanya berperan sebatas sebagai orang yang memimpin sholat, tapi imam masjid punya peranan yang lebih penting lagi, termasuk di bidang sosial, budaya dan pemerintah.

Hal ini dikatakan Penjabat Gubernur Riau Djoharmansyah Djohan saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Imam Besar se-Dunia, Senin (2/12) malam di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Acara ini dibuka Wakil Menteri Agama Prof. Dr. Nasarudin Umar.Djoharmansyah menyebutkan, karena begitu pentingnya peranan imam masjid ini, maka sosoknya akan selalu diharapkan hadir saat timbul masalah di tengah masyarakat. “Jadi imam tidak hanya memimpin sholat, tapi juga jadi pemimpin di tengah umat,” jelasnya.Karena itu, Djoharmansyah mengatakan Pemprov Riau sangat mendukung diselenggarakannya Konferensi Imam Besar se-Dunia ini. Dia berharap dari konferensi ini nantinya akan muncul gagasan-gagasan brilian dalam memajukan dunia Islam.Salah satu gagasan yang kini mulai muncul adalah akan didirikannya Sekolah Tinggi Keimaman Antar Bangsa di Riau. Jika sekolah ini nantinya sudah terujud, mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia saja, tapi dari seluruh dunia.Ini tentunya akan sangat bagus bagi Riau, karena memiliki sekolah tinggi keagamaan tingkat dunia. “Saya selaku pemerintah daerah sangat mendukung terwujudnya Sekolah Tinggi Keimaman Antar Bangsa ini,” tambahnya.Sementara itu Ketua Panitia Konferensi, Prof. Dr. Tengku Dahril MSc mengatakan berbagai jadwal penting telah disusun dalam konferensi ini. Diantaranya nanti para peserta akan diminta menyampaikan perkembangan dunia Islam di negara atau daerahnya masing-masing.

Selain mengikuti diskusi dan semainar, pada hari terakhir peserta akan dibawa berkeliling Riau, termasuk ke Kabupaten Siak. Nanti setelah itu peserta akan singgah di pabrik kertas terbesar, PT Riau Pulp and Paper (RAPP) untuk melihat proses pembuatan kertas di sana.

Hal ini sengaja dilakukan terkait rencana akan didirikannya percetakan Alquran di Riau. “Percetakan Alquran ini penting dirikan mengingat pesatnya pertambahan dan perkembangan umat Islam di dunia,” ungkapnya.

Gagasan Cerdas

Sementara itu Wakil Menteri Agama Prof. Dr. Nasarudin Umar, dalam kesempatan yang sama mengatakan, digelarnya Konferensi Imam Besar se-dunia ini merupakan gagasan yang cerdas dan brilian. Karena sebelumnya, belum ada konferensi seperti ini di seluruh dunia.

Karena itu dia berharap, dari konferensi ini nantinya akan menghasilkan hal-hal penting dalam memajukan Islam di dunia, dan bisa mencerahkan umat Islam. “Melihat ini merupakan kegiatan yang sangat positif, saya akan mendukung semua hal yang akan dihasilkan dalam konferensi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, nasarudin mengatakan, imam mempunyai peranan besar bagi umat Muslim di dunia. Imam tidak hanya mengelola masjid, tapi juga bisa menjadi guru bahkan menjadi pimpinan spritual bagi umat Islam.

Disebutkannya, di negara-negara Barat seperti Eropa, seorang Imam bertindak sebagai pemimpin komuniti umat Islam. Kalau disebut Imam, maka orang akan berfikir dia merupakan sosok pemimpin kominitas umat Islam.

Karena itu melalui Imam, diharapkan tidak ada yang berfikir bahwa Islam itu adalah agama teroris atau kekerasan. “Islam itu adalah agama yang penuh kesejukan, kedamaian, dan penuh kasih sayang,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan ini Nasarudin juga memaparkan bahwa di zaman Rasulullah, masjid menjadi tempat yang sangat penting. Masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tapi juga digunakan untuk melakukan hal-hal lainnya.

Diantaranya masjid dijadikan sebagai pusat pendidikan, sebagai rumah singgah bagi orang yang dalam melakukan perjalanan, sebagai rumah sakit bagi para korban perang, sebagai tempat pertemuan, dan sebagainya.

“Karena itu kita harus bisa mentauladani sikap-sikap Rasulullah itu dalam memelihara masjid. Kita harus hidupkan selalu ramaikan mesjid sebagai tempat yang bermanfaat bagi umat,” tambah dia lagi.

Merasa Bangga

Acara diawali dengan pembacaan doa dari Imam besar Palestina dan pembacaan ayat Alquran. Dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia Konferensi Imam Besar Masjid Sedunia juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Riau, Prof Dr Tengku Dahril.

Pada kesempatan tersebut, Tengku Dahril sempat memperkenalkan beberapa imam besar yang hadir di depan para undangan. Tengku Dahril tak lupa mengucapkan rasa syukur dan bangga atas ditunjuknya.

“Terima kasih kami ucapkan telah terselenggaraya iven yang pertamakali di Riau ini. Ini merupakan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap seluruh imam besar,” ungkap Tengku Dahril.

Tak lupa Tengku Dahril juga menyampaikan ungkapan rasa bangga atas kedatangan ratusan Imam masjid besar dari 14 negara Islam di Riau. Sekitar 15 menit sebelum mengakhiri laporannya, Tengku Dahril kembali memberikan apresiasinya terhadap para imam besar se-Riau yang hadir.

Selanjutnya, diberikan kesempatan oleh protokol iven internastional tersebut, Imam besar Masjid Al-Kabir dari Kuwait, Syech Waleed M Ahmad Al Ali, untuk memberikan sambutannya yang mewakili imam besar dari 14 negara yang hadir.

Dengan menggunakan bahasa Arab, Syech Waleed mengucapkan rasa syukurnya bisa menghadiri acara tersebut. Dirinya juga bangga bisa berada jauh dari negeranya di tanah Riau. “Saya sangat bangga dan merasa mendapat berkah telah sampai dan menginjakkan kaki di tanah Riau, Alhamdulillah,” tuturnya dalam penggalan singkat sambutannya.

Qori Cilik, Ja’far bin Murtadho Habibi yang baru berumur 9 tahun diberikan kesempatan selanjutnya untuk membaca ayat-ayat Alquran. Sekitar lima belas menit pembacaan ayat suci Alquran yang hapal beberapa Juz pun berakhir. Suasana seketika hening sejenak meresapi pembacaan ayat suci tersebut.

Kegiatan tersebut bakal berlangsung selama lima hari, 2-6 Desember 2013 mendatang. Konferensi ini mengangkat tema ‘’Peran Strategis Imam dalam Membangun Peradaban melalui Masjid’’. Pertemuan itu nantinya akan mengadakan beberapa agenda salah satunya diskusi beberapa hal.

Di ruangan hotel terlihat sangat berbeda. Di dinding sebelah kanan dan kiri terpajang bendera-bendera dari beberapa negara yang hadir. Puluhan meja bertata rapi dengan ratusan kursi. Mereka yang duduk di atasnya berpakaian serba putih, termasuk kopiahnya. Kebanyakan jamaah tersebut memakai pakaian gamis putih.

317 Polisi

Mulai Senin (2/12) hingga Jumat (6/12), Konferensi Imam Masjid Sedunia digelar di Riau. Untuk pengamanan Polda Riau menurunkan 317 personel dengan pengamanan melekat pada tiap-tiap delegasi. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada Riau Pos, Senin (2/12).

“Ada 371 orang personil kita turunkan untuk pengamanan dari Polda 145 dan Polresta 175 orang ditambah dari Satpol PP 26 orang, termasuk juga security bandara,” papar Guntur.

Pengamanan terhadap kegiatan yang diikuti perwakilan dari 17 negara ini lanjut Guntur dilakukan dengan pola terbuka dan tertutup. ‘’Dengan penempatan intel. Selain itu, tiap delegasi akan didampingi dua personel yang melekat,’’ paparnya.

Lokasi-lokasi yang mendapatkan pengawalan ketat adalah tempat-tempat yang akan digunakan sebagai lokasi kegiatan.

“Pengawalan, penjagaan rute, serta pengamanan di tempat konferensi akan dilakukan. Lokasi seperti, Bandara SSK II, Hotel Aryaduta, Masjid Agung, Masjid Raya Senapelan, Masjid Istana Al-Saraya dan Al Hasimiah, Islamic Centre Siak dan Jamik Al Ikhsan Kampar akan dijaga,” tutur Guntur.

Sebagai agenda yang melibatkan perwakilan negara asing, pengamanan terhadap konferensi ini akan dilaksanakan dengan ketat. ‘’Sterilisasi oleh Brimob juga dilakukan di tempat konferensi. Ini penting untuk menciptakan situasi kondisi kamtibmas yang kondusif, aman tertib dan lancar,” ungkapnya.(Advertorial)

Foto lainnya:

Posting Terkait