Kemenpar Gelar Kompetisi Branding Indonesia

1042 views

I Gde PitanaJAKARTA (Riauinfo) – Banyak cara bisa dilakukan menuju puncak prestasi. Kontinyu melakukan inovasi. Itulah yang kini dilakukan Kementerian Pariwisata. Dalam rangka melancarkan tujuan meraih 6 prestasi gemilang di ASEAN Tourism Forum (ATF) Awards 2016, digelarlah Kompetisi Branding Indonesia.

Kepada wartawan, dalam siaran persnya di Jakarta kemarin, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana menjelaskan, kompetisi branding yang digelar bisa diikuti setiap organisasi dan siapa saja warga Indonesia, termasuk wartawan yang selama ini jeli mencetak foto dan tulisan inspiratif dibidang kepariwisataan.

Karya yang diikutkan dalam kompetisi branding haruslah focus membicarakan foto wisata yang baik, artikel pariwisata yang baik, marketing dan promosi industri pariwisata yang baik, tourism attraction, airline program dan cultural preservation efforts.

“Harus begitu karena sasaran dari semua karya yang ikut kompetisi branding, ujung ujungnya harus bisa mengantarkan Indonesia sukses meraih 6 gelar di ajang ATF Awards 2016,” ujar I Gede Pitana.

Ke-6 gelar yang disasar adalah best ASEANTA Tourism Photo, best ASEANTA Travel Article, best ASEANTA Marketing and Promotion Campaign, best ASEANTA New Tourism Attraction, best ASEANTA Airline Programme For ASEAN dan best ASEANTA cultural Preservation Efforts.

Menurut I Gde Pitana panitia kompetisi branding kini menyiapkan waktu pengumpulan karya atau program hingga akhir November. Setelah itu panitia akan melakukan penyemburnaan agar setiap karya terbaik yang diunggulkan benar benar hebat dan akan menang di ATF Award for exellence 2016 di Manila, Januari.

“Tahun tahun sebelumnya gelar juara banyak disapu Thailand, Singapura dan Malaysia. Tahun 2016 semoga Indonesia yang menyapu bersih semua gelar,” lanjut Pitana.

Ia menambahkan, Jika prestasi itu berhasil diraih, maka proses menjadikan Indonesia negeri wisata terindah di ASEAN tidaklah terlalu berat lagi tantangannya. Pasalnya, sukses tersebut akan menyemangati semua pihak mendukung program mendatangkan wisman ke Indonesia 20 juta pertahun pada 2019. (Ami Herman)

Posting Terkait