Jaga Pohon Durian, Enam Warga Disambar Petir, 2 Tewas

639 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Gara-gara menjaga pohon durian yang berbuah lebat, empat orang warga Desa Kaiti, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu disambar petir. Dua orang diantaranya tewas, sedangkan 4 lainnya kritis dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Berita tragis ini menjadi headline Pekanbaru Pos dalam edisi Senin (10/12) ini. Melalui berita berjudul “Enam Warga Disambar Petir” menyebutkan bahwa empat dari warga yang disambar etir itu masih murid SD. Dua diantaranya yang meninggal yakni Anggi Pebrian (10) dan Muhammad Habibi (10).

Berita yang sama juga menjadi headline Pekanbaru MX berjudul “Disambar Petir, 2 Tewas, 4 Kritis“. Harian ini menyebutkan Alimin Pengaribuan (20) adalah warga yang pertama kali menyaksikan peristiwa itu. Diapun berketiak memanggil warga, sehingga warga[pun berhamburan menyelamatkan para korban petir itu.

Metro Riau berita utamanya hari ini tentang pernyataan Sekdaprov Riau HR Mambang Mit yang menyebutkan adanya rencana pemerintah pusat menggantikan DBH Migas dengan obligasi merupakan upaya pembodohan Riau. Sebab dengan obligasi itu, besaran DBH akan berubah walau harga minyak di dunia terus naik. Berita itu berjudul “Pusat Ingin ‘Bodohi’ Riau“.

Sedangkan Tribun Pekanbaru dalam berita utamanya berjudul “600 Jemaah Haji Ditangkap” memberitakan tentang tertangkapnya 600 WNI oleh Departemen Paspor Arab Saudi karena masa tinggalnya habis (overstay). Mereka menyewa dua vila yang disewa perusahaan perjalanan yang tak terdaftar di Distrik Al-Aziziya.

Usulan Lembahas agar gubernur ditunjuk langsung oleh presiden masih menjadi berita utama Riau Tribune dalam berita berjudul “Gubernur Ditunjuk Presiden, Langkah Mundur Demkrasi“. Harian ini mengutip pernyataan Ketua Komisi A DPRD Riau Yuda Bhakti yang keberatan dengan usulan tersebut.

Sementara itu Riau Pos dalam berita berjudul “KPK Bisa Terseret Pilpres” mengutip pernyataan Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean yang menyebutkan tantangan bagi lima pimpinan baru KPK lebih banyak. Sebab akan berhadapan dengan situasi politik yang panas, seperti masa pemilihan presiden.

Riau Mandiri sendiri lebih tertarik pada pernyataan presiden SBY saat acara Hari Antikorupsi se-Dunia di Silang Monas, Jakarta yang menyebutkan Indonesia kehilangan Harga Diri gara-gara praktik korupsi. Menurut dia, korupsi di Indonesia mendorong kehancuran yang tidak disadari selkuruh komponen bangsa ini. Berita itu berjudul “SBY: Indonesia Kehilangan Harga Diri“.(Ad)



Posting Terkait