Gelombang Laut Tinggi, Nelayan di Pesisir Riau Takut Melaut

683 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Tingginya gelombang laut akhir-akhir ini membuat sejumlah nelayan di pesisir Riau memilih untuk tidak melaut. Mereka tidak berani menghadapi gelombang laut yang mencapai 4 meter atau lebih. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama sepekan ini. 

Keterangan yang dihimpun RiauInfo, Senin (27/10) diketahui nelayan-nelayan pesisir Riau yang tidak melaut itu antara lain berasal dari Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis. Saat ini mereka masih menyandarkan perahu motornya di pelabuhan menunggu kondisi gelombang normal kembali.

Camat Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Binhar Jamil ketika dihubungi mengaku para nelayan di daerahnya saat ini tidak berani turun melaut. “Ini dikarenakan gelombang laut sangat tinggi sehingga mereka memilih untuk tidak turun ke laut dulu,” jelasnya.

Dia menyebutkan umumnya nelayan yang menghentikan kegiatannya adalah yang tradisional menggunakan kapal-kapal tempel. Mereka memperkirakan gelombang laut yang tingginya sampai 4 meter itu tidak akan mampu dihadapi oleh kapal-kapal tempel mereka.

Sedangkan nelayan yang memiliki armada modern masih tetap turun ke laut, namun mereka tetap ekstra hati-hati menghadapi gelombang laut itu. “Apalagi gelombang laut yang tinggi itu selalu datang dengan tiba-tiba,” jelas Binhar lugu.

Kondisi yang sama juga dilakukan oleh para nelayan tradisional di Kecamatan Bangko, Sinaboi dan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Gelombang laut yang tinggi mencapai 3 hingga 4 meter sejak beberapa pekan ini membuat mereka menghentikan aktivitas melautnya.

Menurut para nelayan setempat, mereka sengaja tidak melain selain karena takut digulung gelombang, juga hasil tangkapan dipastikan akan menurun. “Biasanya kalau sudah musim gelombang hasil tangkapan ikan pasti menurun,” jelas Mukhlis, salah seorang nelayan Kecamatan Kubu.

Itu sebabnya, kata Mukhlis lagi, para nelayan di daerahnya lebih memilih untuk tidak melaut dulu. “Untuk mengisi waktu luang kami bekerja membenahi kapal dan merapikan jaring-jaring ikan. Jadi saat nanti turun ke laut semuanya sudah tersedia dengan baik,” tambah dia lagi.(ad)

 

Posting Terkait