PEKANBARU (RiauInfo) -Pembangunan tidak hanya bicara soal aspek fisik seperti gedung bertingkat, jalan beraspal, jembatan yang banyak ataupun fasilitas yang dibangun serba mewah. Lebih dari itu, substansi pembangunan yang sebenarnya adalah sejauh mana masyarakat terlibat dan dapat menikmati hasil pembangunan tersebut. Masyarakat dalam konteks kekinian tidak hanya menjadi obyek pembangunan tapi juga menjadi subyek pembangunan.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kampar H Burhanuddin Husin saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar regional tentang ekonomi politik dalam negara demokrasi dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lokal. Acara ini ditaja oleh LSM Pemberdayaan Intelektual Muda bekerjasama dengan Pemerintah Kampar dengan mendatangkan narasumber dari Universitas Kebangsaan Malaysia DR Siti Daud dan pengamat muda dari UIN DR Akbarizan. Acara ini juga diikuti oleh ratusan mahasiswa di Hotel Mona Pekanbaru, Selasa (28/12).
"Pembangunan tidak bisa dilihat dari aspek fisik saja. Sebagian dari masyarakat kita sering memberikan penilaian yang dikatakan berhasil itu adalah seberapa banyak bangunan, jembatan, jalan maupun sarana lain yang didirikan. Tapi menurut saya adalah bagaimana masyarakat terlibat dan dapat meniikmati hasil pembangunan tersebut," ujar Bupati Kampar H Burhanuddin Husin.
Dikatakan oleh Burhanuddin, suatu daerah dikatakan berhasil dapat dilihat paramaternya dari beberapa variable seperti persoalan ekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Brutto (PDRB), pendapatan perkapita maupun indeks gini rasio pembangunan. Persoalan ekonomi juga dapat dilihat dari seberapa banyak dan besar investasi yang ada pada daerah tersebut.
" Dinegara maju peran pemerintah semakin berkurang karena mereka sudah menerapkan prinsip re-inverting government. Pada posisi tersebut Pemerintah lebih banyak sebagai regulator dan pengawasan," papar Burhanuddin.
Selain persoalan ekonomi, Burhanuddin juga mengatakan pembangunan juga menyangkut aspek social seperti angka kemiskinan, pendidikan, tenaga kerja, indeks pembangunan manusia dan derajat kesehatan masayarakat.
Untuk saat ini angka kemiskian di Kabupaten Kampar sudah menurun jika dibandingkan dengan lima tahun lalu. Jika sebelumnya mencapai angka 25% sekarang sudah pada angka 17,51%. Angka penurunan yang cukup signifikan. Begitu juga persoalan pendidikan dan indeks pembangunan manusia yang cukup baik bahkan Pemerintah pusat beberapa waktu lalu juga memberikan penghargaan indeks pembangunan manusia kepada Bupati Kampar.
Oleh karena itu lanjut Burhanuddin, seminar ini diharapkan dapat mencari sudut pandang dan persepsi yang sama serta menemukan pokok-pokok pikiran yang bisa memberikan masukan sehingga kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dapat lebih tepat dan menyentuh pada pokok persoalan.
Sementara itu, dalam paparannya Siti Daud juga menyebutkan persoalan pembangunan tidak seharusnya menitikberatkan pada pertumbuhan semata. Tapi harus menyeluruh dan seimbang pada semua aspek.(arief)
Pembangunan Tidak Hanya Soal Fisik
Kiki
Rabu, 29 Desember 2010 - 01:29:19 WIB
Pilihan Redaksi
IndexAkhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Judi Online di Indonesia: Regulasi, Dampak Sosial-Ekonomi, dan Statistik
Ustadz Hendri K Kupas Kunci Rumah Tangga Samawa di Masjid Al-Jihad Pekanbaru
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum
Ketua SMSI Riau Hadiri Rapimnas di Jakarta, Bahas Nasib Media Digital Pasca Pertemuan Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:09:00 Wib Umum
SMSI Ingatkan Kedaulatan Digital RI Terancam Usai Kesepakatan ART Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 13:59:10 Wib Umum