PEKANBARU (RiauInfo) – Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, LC, MA, menggelar silaturrahmi bersama insan pers sekaligus mengumumkan hasil lomba menulis opini di Wareh Kupi, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Kamis (23/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Syahrul memberikan pemaparan komprehensif mengenai kondisi dunia yang sedang "tidak baik-baik saja" akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak sistemik terhadap ekonomi domestik Indonesia.
Kehadiran legislator asal Riau ini disambut hangat oleh berbagai pimpinan organisasi pers dan pemilik perusahaan media. Tampak hadir perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi terbesar, Serikat Perusahaan Pers (SPS), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), hingga Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Syahrul membuka dialog dengan menyoroti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu oleh ketegangan global. Ia membandingkan situasi di Indonesia dengan Filipina, di mana pegawai pemerintah di sana sudah mulai berjalan kaki akibat krisis energi. Menurutnya, pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan rasionalisasi dan efisiensi anggaran besar-besaran untuk menjaga stabilitas nasional.
Sorotan Tajam Terhadap Anggaran MBG dan BGN
Di tengah upaya efisiensi tersebut, Syahrul melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai pelaksanaan program tersebut masih terkesan "ugal-ugalan" di tengah pengetatan anggaran yang dialami kementerian dan lembaga lainnya.
"Semua instansi sudah melakukan efisiensi, hanya BGN saja yang masih ugal-ugalan terhadap anggaran. MBG sudah menjadi persoalan yang harus kita cermati bersama agar tetap tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang benar-benar tidak mampu," ujar Syahrul di hadapan para tokoh pers Riau.
Ia juga menambahkan bahwa daerah yang memiliki ketergantungan pada sumber daya alam mungkin masih bisa bertahan dalam jangka pendek. Namun, secara nasional, ketahanan Indonesia diprediksi hanya aman dalam rentang waktu tiga bulan jika perang di Timur Tengah terus berlanjut tanpa henti.
Ancaman Visi "Israel Raya" dan Pergeseran Opini Global
Sebagai sosok yang pernah mewakili Ketua DPR RI dalam pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU), Syahrul berbagi pandangan mengenai dinamika internasional. Ia memperingatkan adanya visi "Israel Raya" yang berpotensi mencaplok wilayah di tujuh negara, mulai dari Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Mesir, hingga bagian utara Arab Saudi.
Menariknya, Syahrul mencatat adanya pergeseran opini publik yang signifikan di tingkat global. Saat ini, sekitar 60% warga di beberapa wilayah barat mulai mengkritik kebijakan Israel. Ia menekankan pentingnya membedakan antara identitas Yahudi dan ideologi Zionisme, di mana generasi muda Yahudi saat ini banyak yang mulai menolak praktik Zionisme.
"Kita melihat ada polarisasi dukungan antara blok Amerika-Israel dengan Iran, Rusia, dan Tiongkok. Di sisi lain, negara seperti Emirates dan Bahrain mulai terang-terangan menunjukkan dukungan kepada Israel. Ini adalah tantangan bagi wartawan untuk menyajikan informasi yang jernih di tengah informasi yang tidak terkontrol," tambahnya.
Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945
Dalam kapasitasnya sebagai anggota MPR RI, Syahrul juga memperjuangkan isu fundamental mengenai kemiskinan. Ia mendesak adanya reinterpretasi terhadap frasa "fakir miskin" dalam UUD 1945 agar bantuan negara lebih akurat. Ia mengusulkan pemisahan definisi yang tegas antara 'Fakir' (mereka yang tidak mampu bekerja sama sekali) dan 'Miskin' (mereka yang bekerja namun tidak mencukupi kebutuhan dasar).
"Fakir harus dijamin sepenuhnya oleh negara tanpa syarat, sementara kelompok miskin harus diberikan stimulan dan pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif. Kesalahan definisi inilah yang menjadi akar tidak tepatnya sasaran distribusi bansos selama ini," tegasnya.
Pengumuman Lomba Menulis Opini
Acara yang dipandu oleh Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, ini diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba menulis opini yang diselenggarakan oleh tim Syahrul Aidi Maazat sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kapasitas wartawan di Riau.
Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut adalah para pemenang lomba tersebut:
Juara 1: Anthony Harry dari media RiauInfo.com dengan judul tulisan: "OPINI: Membedah 'Fakir' dan 'Miskin', Mengakhiri Salah Sasaran Bansos".
Juara 2: Deslina dari media Pekanbaruexpress.com dengan tulisan "Merekonstruksi Penanganan Fakir Miskin: Saatnya Negara Keluar dari Pendekatan Seragam"
Juara 3: Harry Warisman dari media kompassindonesianews.com dengan judul tulisan "Fakir dan Miskin Disamaratakan, Negara Sebenarnya Sedang Gagal Memahami Kemiskinan"
Syahrul berharap pertemuan dengan para wartawan dapat menjadi agenda rutin untuk mendiskusikan isu-isu mendesak, mulai dari kondisi jalan di Pulau Kijang, Indragiri Hilir, hingga dampak kebijakan nasional terhadap pembangunan desa, demi mewujudkan politik yang harmonis dan keberpihakan pada masyarakat luas.