Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50

Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
PT Pertamina Patra Niaga menyebut sekitar 95 persen SPBU penyalur solar di Indonesia telah mendistribusikan Biosolar B50.

JAKARTA (RiauInfo) – PT Pertamina Patra Niaga menyebut penyaluran Biosolar B50 telah menjangkau sekitar 95 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penyalur solar di Indonesia hingga September 2026. Pertamina menargetkan transisi dari Biosolar B40 ke B50 selesai sepenuhnya pada akhir September 2026. 

Biosolar B50 merupakan bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar. Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis kelapa sawit di dalam negeri.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan sebagian besar terminal bahan bakar minyak Pertamina sudah menyediakan B50. Penyaluran ke jaringan SPBU terus dilakukan untuk menyelesaikan proses transisi di seluruh Indonesia.

“Sekitar 95 persen SPBU sudah mendistribusikan B50,” kata Eko saat ditemui di Terminal BBM Rewulu, Bantul, pada Jumat, 11 September 2026. 

Data yang disampaikan Pertamina menunjukkan cakupan distribusi B50 telah mencapai lebih dari 6.000 SPBU dari total 6.412 SPBU yang melayani bahan bakar diesel atau Biosolar. Dengan demikian, sebagian besar jaringan penyalur solar nasional telah beralih dari B40 ke B50.

Papua dan Maluku Masih Dalam Transisi

Wilayah yang masih menjadi perhatian Pertamina adalah Maluku dan Papua. Distribusi B50 di sejumlah wilayah tersebut belum sepenuhnya berjalan karena masih terdapat persediaan Biosolar B40 yang perlu dihabiskan.

Eko menjelaskan, proses peralihan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan B50 di terminal, tetapi juga pengelolaan stok B40 yang masih tersisa di wilayah tertentu. Setelah stok lama terserap, penyaluran B50 dapat diperluas secara penuh.

“Sisanya masih ada transisi antara B40 ke B50 adalah menghabiskan stok B40 di wilayah Papua, Maluku, karena stoknya masih agak cukup tinggi,” ujar Eko. 

Pertamina menargetkan seluruh proses transisi tersebut selesai pada akhir September 2026. Target itu berarti distribusi B50 diharapkan dapat mencapai seluruh SPBU penyalur solar setelah wilayah yang masih menggunakan stok B40 menyelesaikan persediaannya.

Program B50 mulai dijalankan setelah pemerintah mencanangkan implementasi B50 pada Juli 2026. Pertamina Patra Niaga kemudian mendapat mandat untuk melakukan transisi penyaluran dari B40 menuju B50 dalam periode tiga bulan. 

Dorong Pemanfaatan CPO Domestik

Implementasi B50 juga berkaitan dengan upaya meningkatkan pemanfaatan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku energi di dalam negeri. Campuran FAME dalam Biosolar B50 membuat kebutuhan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit meningkat seiring perluasan distribusi.

Pemerintah dan industri biodiesel menempatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap solar impor. Perluasan penggunaan biodiesel juga meningkatkan penyerapan komoditas kelapa sawit untuk kebutuhan energi domestik.

Eko menyebut penerapan campuran biodiesel pada kadar 50 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang menerapkan pemanfaatan biodiesel berbasis CPO pada tingkat tersebut untuk bahan bakar diesel. “Ini salah satu program strategis yang diperlukan oleh pemerintah dan mungkin satu-satunya di dunia yang sudah masuk ke B50,” kata Eko. 

Ke depan, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapan mendukung kemungkinan peningkatan kadar campuran biodiesel menjadi B60 hingga B100. Namun, peningkatan tersebut masih bergantung pada ketersediaan FAME dan keputusan pemerintah dalam roadmap pengembangan biodiesel nasional. 

Dengan capaian sekitar 95 persen SPBU, fokus Pertamina saat ini adalah menyelesaikan distribusi di wilayah yang masih dalam tahap transisi. Penyelesaian stok B40 di Papua dan Maluku menjadi salah satu tahapan penting sebelum target penyaluran B50 secara penuh pada akhir September 2026 dapat direalisasikan.

 

 

Berita Lainnya

Index