JAKARTA (RiauInfo) – PT Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026 dengan pertumbuhan dua digit di hampir seluruh indikator utama. Dalam agenda First Half Media Update 2026 bertema Powering Indonesia's Next Chapter of Growth Through AI yang digelar Selasa (28/7/2026), Indosat melaporkan pendapatan mencapai Rp30,7T, naik 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat strategi pengembangan Artificial Intelligence (AI) dan jaringan 5G.
President Director & Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah percepatan transformasi digital nasional. Kinerja positif itu juga menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatkan target pertumbuhan sepanjang 2026.
"Kami meningkatkan panduan keuangan menuju pertumbuhan dua digit seiring kinerja yang kuat pada semester pertama serta penguatan strategi AI dan infrastruktur digital," ujar Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison.
Pendapatan perusahaan meningkat dari Rp27,1 T pada semester I 2025 menjadi Rp30,7 T pada semester I 2026. EBITDA mencapai Rp14,6T, tumbuh 13,6%, dengan margin EBITDA naik dari 47,4 % menjadi 47,6%.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik melonjak 49,2% menjadi Rp3,25T, dibandingkan Rp2,18 T pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA membaik signifikan dari 0,49x menjadi 0,10x, menunjukkan penguatan struktur keuangan perusahaan.
AI Neocloud dan Investasi Infrastruktur Digital
Indosat terus memperluas bisnis berbasis Artificial Intelligence melalui layanan AI Neocloud. Pendapatan AI Neocloud meningkat dari US$28jt pada tahun buku 2025 menjadi US$33jt pada semester I 2026.
Perusahaan juga telah mengamankan Annual Recurring Revenue (ARR) lebih dari US$300jt dengan target margin EBITDA sekitar 80%. Untuk mendukung ekspansi tersebut, belanja modal AI Neocloud diproyeksikan mencapai sekitar US$182 jt pada semester I dan meningkat menjadi sekitar US$446jt pada semester II 2026.
Selain memperkuat layanan AI, Indosat telah menyelesaikan proses carve-out aset serat (fiber assets) melalui kemitraan strategis dengan Arsari Group, serta memiliki kepemilikan 49% pada platform infrastruktur digital baru yang mendukung pengembangan infrastruktur AI-native dan layanan konektivitas rumah.
Target CAPEX Naik Menjadi Rp23T
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Indosat meningkatkan proyeksi investasi tahun 2026. Target belanja modal (CAPEX) dinaikkan dari sekitar Rp13T menjadi sekitar Rp23T.
Investasi tersebut mencakup pengembangan GPU, AI Neocloud, serta percepatan pembangunan jaringan 5G. Perusahaan juga meningkatkan investasi sekitar Rp10 T untuk penyebaran layanan 5G guna mendukung kualitas pengalaman pelanggan.
ARPU Naik 17%, Pelanggan Tetap Stabil
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M. Buldansyah, menjelaskan bahwa pertumbuhan perusahaan juga ditopang peningkatan kualitas pelanggan dan layanan digital.
"Pertumbuhan ARPU, peningkatan trafik data, serta integrasi layanan berbasis AI menjadi faktor penting dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan," kata M. Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Jumlah pelanggan seluler tetap stabil di kisaran 93,4jt pelanggan. Sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat menjadi Rp46 ribu, atau tumbuh 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Trafik data mencapai 4.986 petabyte, sedangkan pelanggan Home Broadband (HBB) meningkat dari 415 ribu menjadi 436 ribu pelanggan, atau naik sekitar 5 %, seiring meningkatnya kebutuhan layanan internet rumah.
Tambahan Spektrum dan Registrasi Biometrik
Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menyampaikan bahwa perusahaan memperoleh tambahan spektrum frekuensi sebesar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperkuat layanan 5G serta Fixed Wireless Access (FWA).
"Tambahan spektrum, implementasi registrasi biometrik, serta pengembangan talenta AI menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam mempercepat transformasi digital nasional," ujar Reski Damayanti, Director & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Selain memperkuat jaringan, Indosat juga mengimplementasikan registrasi biometrik guna meningkatkan kualitas pelanggan, mengurangi risiko penipuan, menekan tingkat churn, serta membuka peluang monetisasi melalui layanan berbasis identitas digital.
Di bidang keberlanjutan, perusahaan mencatat tiga pengakuan ESG internasional serta melibatkan sekitar 10 ribu peserta dalam program pengembangan talenta AI melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Wadhwani Foundation. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Indosat mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan pengembangan sumber daya manusia di era kecerdasan buatan.