Pererat Sinergitas, PWI Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai Berkomitmen Jaga Stabilitas NKRI

Pererat Sinergitas, PWI Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai Berkomitmen Jaga Stabilitas NKRI
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI DR Agus Hadi Waluyo dan Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar.

PEKANBARU (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan insan pers dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan arus informasi yang sampai ke masyarakat bersifat edukatif dan faktual.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, dalam agenda Coffee Morning bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang digelar di Aula Kaharuddin Nasution, Makodam XIX/TT, Pekanbaru, pada Rabu (28/1/2026).

Raja Isyam menjelaskan bahwa meski TNI dan pers memiliki ranah kerja yang berbeda, keduanya memiliki tujuan akhir yang sama. Keduanya merupakan pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui peran masing-masing.

Pers Sebagai Kontrol Sosial dan Edukasi

"Sinergi Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam menjaga stabilitas dan keutuhan NKRI itu bisa melalui pers. Fungsi pers sebagai penyebarluasan informasi, edukasi, dan juga kontrol sosial sangat mendukung tugas TNI," ujar Raja Isyam di hadapan jajaran pejabat Kodam dan pimpinan media.

Lebih lanjut, Raja Isyam memaparkan tantangan besar yang dihadapi dunia pers di Bumi Lancang Kuning saat ini. Berdasarkan data, tercatat lebih dari 5.000 media beroperasi di Riau, sebuah angka yang menuntut pengawasan dan pembinaan serius agar kualitas informasi tetap terjaga.

PWI Riau secara konsisten terus mendorong para wartawan untuk meningkatkan kompetensi diri. Hal ini bertujuan agar setiap produk jurnalistik yang dihasilkan benar-benar berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun hukum.

"Kami di PWI terus mendorong agar wartawan bekerja secara profesional dengan menerapkan kinerja sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan aturan yang berlaku," tegas sosok senior di dunia pers Riau tersebut.

Tantangan Arus Informasi di Era Globalisasi

Senada dengan hal itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI DR Agus Hadi Waluyo, menyambut baik komitmen pers tersebut. Ia menyadari bahwa di era globalisasi, arus informasi bergerak sangat cepat dan masif melampaui batas-batas wilayah.

"Kita sadar, era globalisasi kini membuat arus informasi tersebar luas seiring dengan perkembangan teknologi. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua," sebut Pangdam dalam sambutannya yang hangat.

Jenderal bintang dua ini juga memberikan apresiasi terhadap kualitas jurnalis di Riau. Ia meyakini bahwa jurnalisme yang sehat adalah jurnalisme yang menjunjung tinggi independensi dan kompetensi dalam setiap proses produksinya.

"Saya setuju dengan nilai kompetensi; dengan begitu independensi juga bisa terawasi. Saya yakin dan percaya rekan-rekan jurnalis memiliki kompetensi dalam membuat berita sesuai kode etik," tambah Mayjen TNI Agus.

Komunikasi Sebagai Kunci Kemaslahatan

Menutup arahannya, Pangdam menekankan bahwa pers adalah corong utama publikasi kegiatan pembangunan dan pengamanan. Oleh karena itu, koordinasi yang intens antara institusi militer dan media massa menjadi harga mati untuk kepentingan publik.

Ia berharap hubungan harmonis ini tidak hanya berhenti pada seremonial semata, namun berlanjut dalam komunikasi harian di lapangan. Hal ini penting untuk mencegah distorsi informasi yang bisa memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Jika semua sudah menyatu, kita tingkatkan koordinasi dan komunikasi. Semua ini kita lakukan demi kemaslahatan masyarakat dan keutuhan NKRI,” pungkas Mayjen TNI Agus mengakhiri pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut.

 

 

Berita Lainnya

Index