PEKANBARU (RiauInfo) - Penggunaan APBD Riau senilai 7,2 miliar rupiah untuk acara FFI 2007 yang berlangsung di Pekanbaru masih mengalami polemik yang menjurus tentang kejelasan penggunaan anggaran tersebut. Terkait hal ini, panitia FFI pusat dan penyelenggra serta pihak terkait lain seperti SCTV mulai buka rahasia.
Hal pertama yang mencuat adalah pemprov Riau mengaku telah membayar senilai 1,9 miliar rupiah kepada SCTV, namun hari ini SCTV menegaskan hanya menerima senilai 475 juta enam ratus ribu rupiah dan itu pun dibayarkan sebagai honor para artis. Sedang sisanya, juga untuk serangkaian acara siaran FFI atau penyelenggraannya yang telah ditenderkan ke beberapa perusahaan sebagai penyelenggara di pos even masing-masing.
Terkait anggaran pemprov Riau dari APBD senilai 7 hingga puluhan miliar rupiah untuk kesuksesan FFI 2007 seperti yang diberitakan sejumlah media, pihak Dedi Mizwar mengaku tidak bisa beri keterangan mengenai masalah tersebut. "FFI hanya bepindah tempat penyelenggaraan. Kita diundang tentu dibayar oleh tuan rumah. Dan yang diterima untuk artis ya senilai yang disebut SCTV,"ujar Dedi Naga Bonar.
Menurut Dedi Mizwar, masalah anggaran apalagi APBD tentu tanggungan daerah. Sedang jika ada polemik tentang APBD untuk FFI 2007 ini mesti ditangani oleh pihak berkompeten. "Masalah anggaran miliaran rupiah dari APBD Riau untuk FFI ini sebaiknya diurus oleh KPK dan BPK. Karena hal ini berhubung dengan kebijakan pemerintahan,"ujar Dedi Mizwar kepada puluhan wartawan, Sabtu (15/12) di VIP Lancang Kuning bandara SSK II Pekanbaru.(Surya)TERKAIT APBD RIAU UNTUK FFI 2007 Naga Bonar: Serahkan KPK dan BPK Saja
Kiki
Sabtu, 15 Desember 2007 - 10:58:51 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penggunaan APBD Riau senilai 7,2 miliar rupiah untuk acara FFI 2007 yang berlangsung di Pekanbaru masih mengalami polemik yang menjurus tentang kejelasan penggunaan anggaran tersebut. Terkait hal ini, panitia FFI pusat dan penyelenggra serta pihak terkait lain seperti SCTV mulai buka rahasia.
Hal pertama yang mencuat adalah pemprov Riau mengaku telah membayar senilai 1,9 miliar rupiah kepada SCTV, namun hari ini SCTV menegaskan hanya menerima senilai 475 juta enam ratus ribu rupiah dan itu pun dibayarkan sebagai honor para artis. Sedang sisanya, juga untuk serangkaian acara siaran FFI atau penyelenggraannya yang telah ditenderkan ke beberapa perusahaan sebagai penyelenggara di pos even masing-masing.
Terkait anggaran pemprov Riau dari APBD senilai 7 hingga puluhan miliar rupiah untuk kesuksesan FFI 2007 seperti yang diberitakan sejumlah media, pihak Dedi Mizwar mengaku tidak bisa beri keterangan mengenai masalah tersebut. "FFI hanya bepindah tempat penyelenggaraan. Kita diundang tentu dibayar oleh tuan rumah. Dan yang diterima untuk artis ya senilai yang disebut SCTV,"ujar Dedi Naga Bonar.
Menurut Dedi Mizwar, masalah anggaran apalagi APBD tentu tanggungan daerah. Sedang jika ada polemik tentang APBD untuk FFI 2007 ini mesti ditangani oleh pihak berkompeten. "Masalah anggaran miliaran rupiah dari APBD Riau untuk FFI ini sebaiknya diurus oleh KPK dan BPK. Karena hal ini berhubung dengan kebijakan pemerintahan,"ujar Dedi Mizwar kepada puluhan wartawan, Sabtu (15/12) di VIP Lancang Kuning bandara SSK II Pekanbaru.(Surya)Pilihan Redaksi
IndexHUT RI ke-81 di Kedungsari Meriah Bertabur Hadiah, Pemuda RW 02 Jadi Penggerak Kegiatan
Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Imigrasi Pekanbaru
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
KPK Tetapkan Bupati Kuansing, Sekda, dan Direktur PT MIS sebagai Tersangka Suap Jabatan
Rabu, 01 Juli 2026 - 19:17:00 Wib Hukrim
Rida K Liamsi Mengaku Dizalimi, Tuntut Hak dan Keadilan di Riau Pos
Selasa, 30 Juni 2026 - 18:21:09 Wib Hukrim