BUKITTINGGI (RiauInfo) - Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat, ternyata tidak bisa lagi dipedoman sebagai penunjuk waktu. Sebab jarum jam gadang itu lebih cepat 15 menit jadi waktu normalnya. Kondisi ini kabarnya sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini.
Seperti yang terjadi Kamis (20/3) sore tadi, jarum panjang jam gadang sudah menunjukkan angka 12 dan jarum pendeknya menunjukkan angka 6. Dan pada saat itu lonceng jam gadang berdentang sebanyak 6 kali, yang artinya menunjukkan waktu sudah memasuki puku 18.00 Wib.
Padahal pada waktu itu, waktu baru menunjukkan pukul 17.45 Wib. Ini artinya waktu yang ditunjukkan jam gadang lebih cepat 15 menit dari waktu yang sebenarnya. "Ternyata jam gadang sekarang tidak bisa lagi dipedomani," ujar Ny Ningsih (39) salah seorang pengunjung asal Pekanbaru.
Dia mengatakan, seharusnya Pemko Bukittinggi peka terhadap hal ini, sehingga tidak membiarkan jam gadang itu menunjukkan waktu yang tidak sebenarnya. Sebab jam gadang selain menjadi icon kota Bukittinggi, juga selama ini jadi pedoman waktu bagi masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu Rasman (36) salah seorang pemilik toko di Pasar Atas Bukittinggi mengatakan kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa bulan ini. "Sejak gempa bumi sering terjadi di Bukittinggi, jarum jam gadang jadi tidak menentu lagi," jelasnya.(Ad)Jarum Jam Gadang Mulai Tak Akur
Kiki
Kamis, 20 Maret 2008 - 14:25:56 WIB
BUKITTINGGI (RiauInfo) - Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat, ternyata tidak bisa lagi dipedoman sebagai penunjuk waktu. Sebab jarum jam gadang itu lebih cepat 15 menit jadi waktu normalnya. Kondisi ini kabarnya sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini.
Seperti yang terjadi Kamis (20/3) sore tadi, jarum panjang jam gadang sudah menunjukkan angka 12 dan jarum pendeknya menunjukkan angka 6. Dan pada saat itu lonceng jam gadang berdentang sebanyak 6 kali, yang artinya menunjukkan waktu sudah memasuki puku 18.00 Wib.
Padahal pada waktu itu, waktu baru menunjukkan pukul 17.45 Wib. Ini artinya waktu yang ditunjukkan jam gadang lebih cepat 15 menit dari waktu yang sebenarnya. "Ternyata jam gadang sekarang tidak bisa lagi dipedomani," ujar Ny Ningsih (39) salah seorang pengunjung asal Pekanbaru.
Dia mengatakan, seharusnya Pemko Bukittinggi peka terhadap hal ini, sehingga tidak membiarkan jam gadang itu menunjukkan waktu yang tidak sebenarnya. Sebab jam gadang selain menjadi icon kota Bukittinggi, juga selama ini jadi pedoman waktu bagi masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu Rasman (36) salah seorang pemilik toko di Pasar Atas Bukittinggi mengatakan kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa bulan ini. "Sejak gempa bumi sering terjadi di Bukittinggi, jarum jam gadang jadi tidak menentu lagi," jelasnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexPerencanaan Bisnis dengan Menerapkan Manajemen Strategik
Implementasi Akad Ijarah Dan Ju’alah Dalam Kehidupan Ekonomi Modern
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
SMSI Apresiasi Kemudahan Badan Hukum dari Kemenkumham di Hari Kebebasan Pers Sedunia
Ahad, 03 Mei 2026 - 16:25:36 Wib Umum
Kloter BTH 10 Tiba di Batam, Kakanwil Kemenhaj Riau Ingatkan Jemaah Waspadai Cuaca Ekstrem
Ahad, 03 Mei 2026 - 10:09:00 Wib Umum
Aksi Spontan Lepas Baju Safari, Prabowo Cairkan Suasana May Day 2026 di Jakarta
Jumat, 01 Mei 2026 - 17:02:00 Wib Umum