PEKANBARU (RiauInfo) - Bagi warga yang belum pernah kebanjiran pasti tidak akan tahu bagaimana menderitanya menjadi korban banjir. Mungkin karena itulah, banyak warga yang tengah menjadikan penderitaan para korban banjir di Pekanbaru ini menjadi tontonan.
Ini dapat dilihat banyaknya warga Pekanbaru berdatangan ke Rumbai untuk melihat bencana banjir yang menimpa warga di sana. Bahkan tidak sedikit diantara mereka membawa anak-anak untuk "berekreasi" di lokasi bencana tersebut.
"Dalam beberapa hari ini memang banyak orang datang kesini untuk melihat penderitaan kami," ujar Ny Nurmi (44) salah seorang pengungsi yang menempati tenda PMI di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru. Bahkan menurut dia, sore hari jumlahnya semakin rama saja.
Dia mengaku tidak suka kalau penderitaannya itu menjadi tontonan. "Tapi bagaimana lagi, kita tidak mungkin melarang mereka datang ke sini. Ya mungkin ini sudah menjadi takdir kami," ungkap ibu yang rumahnya sudah digenangi air setinggi leher orang dewasa.
Sedangkan Ny Warnida (38) korban banjir lainnya mengatakan, seharusnya warga yang tidak tertimpa bencana tidak hanya sekedar menonton saja, tapi juga bawa oleh-oleh berupa nasi bungkus atau lainnya.
Sebab menurut dia, para korban banjir di tempat pengungsian selalu mengharapkan adanya uluran bantuan dari masyarakat lainnya. "Sebab bantuan yang kami terima selama ini masih minim, sementara kami harus bisa terus bertahan hidup," tambahnya.(Ad)Penderitaan Korban Banjir Jadi Tontonan Warga Pekanbaru
Kiki
Rabu, 26 Maret 2008 - 14:33:46 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Bagi warga yang belum pernah kebanjiran pasti tidak akan tahu bagaimana menderitanya menjadi korban banjir. Mungkin karena itulah, banyak warga yang tengah menjadikan penderitaan para korban banjir di Pekanbaru ini menjadi tontonan.
Ini dapat dilihat banyaknya warga Pekanbaru berdatangan ke Rumbai untuk melihat bencana banjir yang menimpa warga di sana. Bahkan tidak sedikit diantara mereka membawa anak-anak untuk "berekreasi" di lokasi bencana tersebut.
"Dalam beberapa hari ini memang banyak orang datang kesini untuk melihat penderitaan kami," ujar Ny Nurmi (44) salah seorang pengungsi yang menempati tenda PMI di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru. Bahkan menurut dia, sore hari jumlahnya semakin rama saja.
Dia mengaku tidak suka kalau penderitaannya itu menjadi tontonan. "Tapi bagaimana lagi, kita tidak mungkin melarang mereka datang ke sini. Ya mungkin ini sudah menjadi takdir kami," ungkap ibu yang rumahnya sudah digenangi air setinggi leher orang dewasa.
Sedangkan Ny Warnida (38) korban banjir lainnya mengatakan, seharusnya warga yang tidak tertimpa bencana tidak hanya sekedar menonton saja, tapi juga bawa oleh-oleh berupa nasi bungkus atau lainnya.
Sebab menurut dia, para korban banjir di tempat pengungsian selalu mengharapkan adanya uluran bantuan dari masyarakat lainnya. "Sebab bantuan yang kami terima selama ini masih minim, sementara kami harus bisa terus bertahan hidup," tambahnya.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexOmbudsman Nilai Pelayanan Publik Imigrasi Pekanbaru
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32:00 Wib Umum
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31:00 Wib Umum
Semarak HUT RI ke-81, Diskominfotik Riau Gelar Lomba Antarbidang, Pererat Kebersamaan
Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:45:11 Wib Umum