PEKANBARU (RiauInfo) - Setelah ditetapkannya tarif baru seluruh angkutan umum dalam kota pada Rabu (28/5) lalu, ternyata di lapangan tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Seperti pantauan Riau Info pada beberapa oplet, tarip umum Rp 2.450 dan Rp 1.250 untuk pelajar dan mahasiswa hampir tidak pernah ditaati oleh sopir angkut.
Terbukti pengakuan para pelajar sekolah Tribakti yang ada di jalan Tuanku Tambusai dipatok Rp 2.000 perkepala. Pernah memberi Rp 1.500 sesuai ketetapan sekarang tetapi diminta lagi tambahan Rp 500. Alasan sopir angkut BBM telah naik, para pelajar memaklumi.
Dari pengakuan beberapa pelajar tersebut, harga Rp 2.000 perkepala ini sudah ada sejak awal BBM naik. Tetapi ada juga diantaranya tidak mengetahui.
Sementara para sopir angkut sewaktu dimintai tanggapannya soal ketetapan pemerintah kota tentang tarip yang telah berlaku saat ini, dinilai masih rendah. Bahkan ada diantara sopir oplet mengatakan rugi.
Hal serupa tidak jauh berbeda dengan umum, Rp 2.450 tapi transaksi sebenarnya Rp 3.000.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Ayat Cahyadi mengharapkan, kepada seluruh angkutan umum dalam kota khususnya oplet untuk mengindahkan segala keputusan yang telah ditetapkan walikota.
Menyinggung soal rugi yang ungkapkan salah satu sopir jika melaksanakan ketentuan tarip saat ini, itu tidak mungkin, karena kenaikkan BBM dengan tarip yang diputuskan telah berimbang. Itu hanya kata sopirnya aja, tambahnya.
Untuk itu, ia menghimbau kepada pihak terkait khususnya Organda dan Dishub untuk mensosialisasikan lebih lagi agar nantinya semua benar-benar tahu antara penumpang dan angkutan umum. (muchtiar)Tarif Baru Belum Sepenuhnya Dipatuhi Sopir Oplet
Kiki
Kamis, 29 Mei 2008 - 13:36:02 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Setelah ditetapkannya tarif baru seluruh angkutan umum dalam kota pada Rabu (28/5) lalu, ternyata di lapangan tidak berjalan seperti apa yang diharapkan. Seperti pantauan Riau Info pada beberapa oplet, tarip umum Rp 2.450 dan Rp 1.250 untuk pelajar dan mahasiswa hampir tidak pernah ditaati oleh sopir angkut.
Terbukti pengakuan para pelajar sekolah Tribakti yang ada di jalan Tuanku Tambusai dipatok Rp 2.000 perkepala. Pernah memberi Rp 1.500 sesuai ketetapan sekarang tetapi diminta lagi tambahan Rp 500. Alasan sopir angkut BBM telah naik, para pelajar memaklumi.
Dari pengakuan beberapa pelajar tersebut, harga Rp 2.000 perkepala ini sudah ada sejak awal BBM naik. Tetapi ada juga diantaranya tidak mengetahui.
Sementara para sopir angkut sewaktu dimintai tanggapannya soal ketetapan pemerintah kota tentang tarip yang telah berlaku saat ini, dinilai masih rendah. Bahkan ada diantara sopir oplet mengatakan rugi.
Hal serupa tidak jauh berbeda dengan umum, Rp 2.450 tapi transaksi sebenarnya Rp 3.000.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Ayat Cahyadi mengharapkan, kepada seluruh angkutan umum dalam kota khususnya oplet untuk mengindahkan segala keputusan yang telah ditetapkan walikota.
Menyinggung soal rugi yang ungkapkan salah satu sopir jika melaksanakan ketentuan tarip saat ini, itu tidak mungkin, karena kenaikkan BBM dengan tarip yang diputuskan telah berimbang. Itu hanya kata sopirnya aja, tambahnya.
Untuk itu, ia menghimbau kepada pihak terkait khususnya Organda dan Dishub untuk mensosialisasikan lebih lagi agar nantinya semua benar-benar tahu antara penumpang dan angkutan umum. (muchtiar)Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis