PEKANBARU (RiauInfo) - Masyarakat Pekanbaru mulai mengeluhkan pemadaman listrik oleh PLN yang terasa semakin tidak menentu dan semakin sering. Sebab pemadaman ini telah sangat menganggu aktivitas mereka, terutama pemilik usaha yang tergantung pada listrik.
Rino (37) salah seorang warga Jalan Kembang Sari menilai pihak PLN sudah semakin seenaknya saja memadamkan listrik. "Mulanya cuma sehari sekali, tapi sekarang bisa dua atau tiga kali dalam sehari," ungkap warga yang berprofesi sebagai guru ini.
Dia mengkhawatirkan jika pemadaman listrik ini terus berlanjut akan berpengaruh terhadap hasil ujian kenaikan kelas para pelajar. "Sebab mulai Senin (15/6) mendatang anak-anak akan ujian. Kalau di malam hari mereka gelap-gelapan, tidak mungkin mereka bisa belajar untuk menghadapi ujian besok harinya," ungkap dia.
Makanya dia berharap pihak PLN punya sedikit toleransi selama musin ujian sekolah ini. "Kalau bisa jangan dipadamkan dulu, karena anak-anak membutuhkan penerangan untuk belajar. Tidak mungkin mereka bisa konsentrasi hanya belajar dengan penerangan lilin," tandasnya.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Ny Rachmi, warga Jalan Utama Kulim. Dia bahkan menilai PLN pilih kasih dalam memadamkan listrik. Untuk daerah tertentu pemadaman bisa sampai dua atau tiga kali sehari. Tapi untuk kawasan tertentu jarang sekali padam.
Dia mencontohkannya kawasan di Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Sumatera yang jarang sekali terkena pemadaman. Sedangkan di kawasan tempat tinggalnya sering terkena pemadaman. "Saya menghimbau PLN bersifat fair dalam memadamkan listrik, jangan hanya dipadamkan di kawasan rakyat jelata saja," katanya kesal.(ad)Pemadaman Listrik di Pekanbaru Mulai Dikeluhkan Masyarakat
Kiki
Sabtu, 13 Juni 2009 - 09:57:51 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Masyarakat Pekanbaru mulai mengeluhkan pemadaman listrik oleh PLN yang terasa semakin tidak menentu dan semakin sering. Sebab pemadaman ini telah sangat menganggu aktivitas mereka, terutama pemilik usaha yang tergantung pada listrik.
Rino (37) salah seorang warga Jalan Kembang Sari menilai pihak PLN sudah semakin seenaknya saja memadamkan listrik. "Mulanya cuma sehari sekali, tapi sekarang bisa dua atau tiga kali dalam sehari," ungkap warga yang berprofesi sebagai guru ini.
Dia mengkhawatirkan jika pemadaman listrik ini terus berlanjut akan berpengaruh terhadap hasil ujian kenaikan kelas para pelajar. "Sebab mulai Senin (15/6) mendatang anak-anak akan ujian. Kalau di malam hari mereka gelap-gelapan, tidak mungkin mereka bisa belajar untuk menghadapi ujian besok harinya," ungkap dia.
Makanya dia berharap pihak PLN punya sedikit toleransi selama musin ujian sekolah ini. "Kalau bisa jangan dipadamkan dulu, karena anak-anak membutuhkan penerangan untuk belajar. Tidak mungkin mereka bisa konsentrasi hanya belajar dengan penerangan lilin," tandasnya.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Ny Rachmi, warga Jalan Utama Kulim. Dia bahkan menilai PLN pilih kasih dalam memadamkan listrik. Untuk daerah tertentu pemadaman bisa sampai dua atau tiga kali sehari. Tapi untuk kawasan tertentu jarang sekali padam.
Dia mencontohkannya kawasan di Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Sumatera yang jarang sekali terkena pemadaman. Sedangkan di kawasan tempat tinggalnya sering terkena pemadaman. "Saya menghimbau PLN bersifat fair dalam memadamkan listrik, jangan hanya dipadamkan di kawasan rakyat jelata saja," katanya kesal.(ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Sinergi Kemenhan dan PWI Matangkan Diklat Bela Negara 2026, 200 Wartawan Siap Digembleng di Bogor
Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:47:27 Wib Umum
Jelang Akhir Masa Jabatan, KI Riau Gesa Penyelesaian Sengketa Informasi 2025
Kamis, 22 Januari 2026 - 16:40:23 Wib Umum
Indosat Resmi Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Ini Daftar Peraih Mobil Listrik BYD hingga Samsung S25
Jumat, 16 Januari 2026 - 05:44:27 Wib Umum
Bernostalgia Masa Jadi Wartawan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Pengurus PWI Pusat dan Diundang ke HPN 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 05:08:00 Wib Umum