Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos edisi Senin (15/6) berjudul "Bahaya dalam Kerupuk Merah". Harian ini menyebutkan uji sampel itu memang bukan di kota Pekanbaru, melainkan di Semarang. Tapi bukan berarti kerupuk merah yang dipakai di Pekanbaru sudah pasti aman.
Dua petugas cleaning service Giant Mal, Fajar (19) dan Helmi (24) melakukan aksi jambret di Jalan HR Soebrantas. Saat beraksi, korban Erika (24) sempat berteriak sehingga mengundang perhatian warga. Massa berhasil menangkap kedua pelaku dan menghajarnya. Berita itu menjadi headline Pekanbaru MX berjudul "Bandit Berparang Dihajar Massa".
Sebanyak 1.489 siswa kelas tiga SMA dan MA se-Riau harus berlapang dada menerima hasil buruk Ujian Nasional (UN) yang akan diumumkan sore ini. Sebab berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Riau diketahui 97,5 persen siswa di Riau yang lulus. Berita ini menjadi headline Tribun Pekanbaru berjudul "97,5 Persen Siswa Riau Lulus".
Headline Koran Riau hari ini tentang permintaan Ketua Komisi A DPRD Riau Yuherman Yusuf agar kasus dugaan suap yang menimpa Ketua KPU Riau Sofyan Samad dari seorang caleg DPR RI diusut tuntas. Berita ini berjudul "Dugaan Suap Ketua KPU Riau, Harus Diungkap".
Pendaratan perdana pesawat Fokker 50 milik Riau Airlines di Bandara Tempuling, Inhil, menjadi headline Riau Pos hari ini berjudul "Pekanbaru-Inhil 45 Menit". Pesawat itu berhasil mendarat dengan mulus di Bandara Tempuling Minggu (14/6) sekitar pukul 09.00 Wib.
Istri Wapres RI, Mufidah Jusuf Kalla tampil sebagai salah seorang Jurkam pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto di ruang terbuka hijau Imam Bonjol Padang. Dalam kampanye itu, Mufidah fasih menggunakan bahasa Minang. Berita itu menjadi headline Metro Riau berjudul "Istri JK Kampanye Bahasa Minang".
Sementara itu headline Riau Mandiri hari ini tentang perdamaian Aceh menjadi isu berdebatan sengit kubu Capres JK dengan SBY dua hari terakhir di tengah suasana kampanye Pilpres yang penuh sindiran. Berita ini berjudul "Kubu JK dan SBU Saling Klaim".(ad)
80 Persen Kerupuk Merah Mengandung Pewarna Berbahaya
Kiki
Senin, 15 Juni 2009 - 01:52:00 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kerupuk merah yang saat ini banyak beredar di warung-warung dan pasar ternyata tidak semuanya aman dikonsumsi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diketahui 80 persen diantaranya mengandung pewarna berbahaya rhodamin.
Pilihan Redaksi
IndexOPINI: “Semua Akan Baik-Baik Saja”: Ilusi yang Dibongkar
Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART Lebih Cepat dari Target
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Kemnaker Bekali Mahasiswa Polteknaker Hadapi Tren Green Jobs dan Transformasi Digital 2026
Senin, 27 April 2026 - 23:46:38 Wib Umum
Estafet Kepemimpinan CAJ ke Malaysia, Wartawan ASEAN Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI
Senin, 27 April 2026 - 20:12:26 Wib Umum
Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART Lebih Cepat dari Target
Senin, 27 April 2026 - 20:00:00 Wib Umum
Sidang Umum ke-21 CAJ di Malaysia, Low Boon Tat Resmi Pimpin Organisasi Wartawan Se-ASEAN
Senin, 27 April 2026 - 18:15:53 Wib Umum