PEKANBARU (RiauInfo) - Meski tidak terlalu berkibar seperti tahun 90-an dulu, namun nama Arswendo Atmowiloto sampai kini masih banyak yang mengenalinya. Meski usianya sudah melebihi setengah abad, namun laki-laki yang pernah memimpin sebuah tabloid hiburan terkenal ini masih terus berkarya di bidang kesenian, hiburan dan budaya.
Sejak Jumat (24/7) sore tadi dia berada di Pekanbaru untuk memberikan pelatihan kepada para reporter dan redaktur dari berbagai media di Pekanbaru. Dalam pelatihan yang digelar oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ini, Arswendo akan memberikan materinya besok pagi.
Mumpung waktunya masih luang, panitiapun mengajaknya makan malam di Rumah Makan Yunus Patin. Turut serta dalam acara makan malam itu Wakil Direktur PT Riau Pulp and Paper (RAPP) yang juga budayawan asal Riau, Fahkrunnas dan Manager Communications and Media Relations PT CPI Hanafi Kadir, serta beberapa orang lainnya.
Sebagaimana biasa, menu utama di rumah makan itu tentu saja ikan patin yang dimasak ala Asam Pedas. Ternyata menu ini masih merupakan hal yang baru bagi Arswendo. Diapun mencoba mencicipinya beberapa potong. Ternyata baru saja potongan ikan patin asam pedas itu menempel di lidahnya, dia langsung ketagihan.
Hanya dalam waktu singkat, sepotong ikan patin langsung lenyap. Diapun kemudian berpindah ke potongan lainnya. Potongan itu pun dengan cepat berpindah ke dalam perutnya. Akhirnya satu piring ikan patin yang terdiri dari ekor, kepala dan beberapa bagian badan benar-benar habis.
"Enaknya benar-benar luar biasa. Saya baru kali ini mencoba masakan yang seenak ini," ungkap Arswendo berulang-ulang memuji kelezatan lauk yang dimakannya. Dia mengaku sudah lama mengenal ikan patin, tapi untuk masakan asam pedas baru kali ini dirasakannya.
Karena itu, nanti saat akan pulang ke Jakarta, dia punya rencana untuk kembali lagi ke rumah makan Yunus Patin untuk membelinya sebagai oleh-oleh pulang ke rumah. "Saya yakin keluarga saya juga pasti akan senang menikmati masakan seenak ini," tandasnya.(ad)KETEMU ASAM PEDAS IKAN PATIN Arswendo Langsung Doyan dan Habiskan Satu Piring
Kiki
Jumat, 24 Juli 2009 - 16:12:52 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Meski tidak terlalu berkibar seperti tahun 90-an dulu, namun nama Arswendo Atmowiloto sampai kini masih banyak yang mengenalinya. Meski usianya sudah melebihi setengah abad, namun laki-laki yang pernah memimpin sebuah tabloid hiburan terkenal ini masih terus berkarya di bidang kesenian, hiburan dan budaya.
Sejak Jumat (24/7) sore tadi dia berada di Pekanbaru untuk memberikan pelatihan kepada para reporter dan redaktur dari berbagai media di Pekanbaru. Dalam pelatihan yang digelar oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ini, Arswendo akan memberikan materinya besok pagi.
Mumpung waktunya masih luang, panitiapun mengajaknya makan malam di Rumah Makan Yunus Patin. Turut serta dalam acara makan malam itu Wakil Direktur PT Riau Pulp and Paper (RAPP) yang juga budayawan asal Riau, Fahkrunnas dan Manager Communications and Media Relations PT CPI Hanafi Kadir, serta beberapa orang lainnya.
Sebagaimana biasa, menu utama di rumah makan itu tentu saja ikan patin yang dimasak ala Asam Pedas. Ternyata menu ini masih merupakan hal yang baru bagi Arswendo. Diapun mencoba mencicipinya beberapa potong. Ternyata baru saja potongan ikan patin asam pedas itu menempel di lidahnya, dia langsung ketagihan.
Hanya dalam waktu singkat, sepotong ikan patin langsung lenyap. Diapun kemudian berpindah ke potongan lainnya. Potongan itu pun dengan cepat berpindah ke dalam perutnya. Akhirnya satu piring ikan patin yang terdiri dari ekor, kepala dan beberapa bagian badan benar-benar habis.
"Enaknya benar-benar luar biasa. Saya baru kali ini mencoba masakan yang seenak ini," ungkap Arswendo berulang-ulang memuji kelezatan lauk yang dimakannya. Dia mengaku sudah lama mengenal ikan patin, tapi untuk masakan asam pedas baru kali ini dirasakannya.
Karena itu, nanti saat akan pulang ke Jakarta, dia punya rencana untuk kembali lagi ke rumah makan Yunus Patin untuk membelinya sebagai oleh-oleh pulang ke rumah. "Saya yakin keluarga saya juga pasti akan senang menikmati masakan seenak ini," tandasnya.(ad)Pilihan Redaksi
IndexOPINI: “Semua Akan Baik-Baik Saja”: Ilusi yang Dibongkar
Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART Lebih Cepat dari Target
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Ijazah Bukan Jaminan Tunggal di Pasar Kerja, Menaker Tekankan Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
Sabtu, 25 April 2026 - 22:34:00 Wib Umum
Kemnaker Bekali Mahasiswa Polteknaker Hadapi Tren Green Jobs dan Transformasi Digital 2026
Senin, 27 April 2026 - 23:46:38 Wib Umum
Estafet Kepemimpinan CAJ ke Malaysia, Wartawan ASEAN Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI
Senin, 27 April 2026 - 20:12:26 Wib Umum
Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART Lebih Cepat dari Target
Senin, 27 April 2026 - 20:00:00 Wib Umum