Salah satu perusahaan Cargo yang keberatan dikutip nama perusahaannya mengakui adanya keterlambatan kiriman barang dari jasa Cargo mereka. Sehingga sejumlah pelanggan menanyakan kepastian barang yang mereka tunggu dari kiriman cargo.
"Ada pelanggan yang maklum dengan keadaan asap ini. Mereka mengetahui sejumlah pesawat penumpang saja tidak bisa mendarat ke bandara. Sedangkan pelanggan yang merasa mendesak dengan kebutuhan barangnya malah bisa menuntut pihak kargo dengan denda atau pengurangan ongkos kirim,"ungkap petugas Cargo kepada RiauInfo, Jumat (7/8/09) di Pekanbaru.
Pihak perusahaan Cargo sangat mengkhawatirkan jika ada pelanggan yang komplain dan meminta ganti rugi sesuai ketentuan cargo. Dimana, jika ada kerugian akibat lambatnya pengiriman, maka pihak kargo bisa dituntut hinggga tiga kali lipat atau 300 persen dari nilai barang kiriman.
"Jika barangya bernilai jutaan, ratusan juta atau bahkan miliaran, maka kami bisa gulung tikar akibat ini,"ungkap pengusha Cargo yang tidak mau dikutip namanya kepada RiauInfo.
Pengakuan pengusaha cargo, para pedagang di pasar Ramayana, plasa dan sejumlah mal dan toko umumnya telah biasa menggunakan jasa cargo. Volume konsumen meningkat jelang bulan ramadhan. Sehingga keluhan para pelanggan juga banyak berdatangan akibat terlambatnya kiriman dampak kabut asap yang sering menunda jadwal penerbangan di Pekanbaru.
Sementara itu, Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan mengakui kabut asap telah mengganggu rutinitas penerbangan dalam tiga hari belakangan termasuk hari ini. Seperti pagi ini, jadwal pesawat Air Asia dari Jakarta yang semestinya mendarat pada pukul 08.05 WIB harus mengalihkan pendaratan ke Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara.(Surya)
HADAPI KOMPLAIN... Cargo Terancam Rugi Akibat Kabut Asap
Kiki
Jumat, 07 Agustus 2009 - 11:25:40 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Salah satu sektor yang menjadi korban kabut asap adalah pengiriman barang melalui jalur udara. Dalam tiga hari ini, sejumlah perusahaan Cargo mengaku terlambat mengirimkan barang pelanggannya di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru ini. Keresahan yang paling mereka takutkan adalah mengganti 300 persen atas barang yang gagal atau terlambat saat pengiriman.
Pilihan Redaksi
IndexPemerintah Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
SMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Digitalisasi UMKM dan Kesiapan Nyata
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Gebrakan Teknologi, Indosat Hadirkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara pada MWC 2026
Senin, 02 Maret 2026 - 22:32:47 Wib Ekonomi & Bisnis
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-Al, Platform Al Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:23:34 Wib Ekonomi & Bisnis
Kenyamanan dan Fitur Keselamatan Jadi Magnet, Pengunjung IIMS 2026 Ramai-ramai Jajal The All New Kia Carens
Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:06:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan Digital, IM3 Luncurkan Fitur SATSPAM+ Berbasis AIvolusi5G
Jumat, 13 Februari 2026 - 13:48:40 Wib Ekonomi & Bisnis