Menurut informasi, menghilangnya sayur mayu dan beberapa bahan sembako lainnya di Pekanbaru karena pasokannya dari Sumbar jarang masuk. Hal ini disebabkan para pedagang di Sumbar lebih banyak mengurus keluarganya yang terkena gempa ketimbang mengurus usahanya.
Sipen (38) salah seorang pedagang di Pasar Limapuluh mengatakan, truk-truk pengangkut sayur dari Sumbar dalam beberapa hari ini tidak masuk ke pasar. "Itu sebabnya sayur-sayuran asal Sumbar sulit sekali ditemukan sekarang ini," ungkap dia.
Dia menyebutkan, saat ini kebanyakan pedagang sayur itu menghentikan dulu usahanya untuk membantu keluarganya yang menjadi korban gempa. "Sebagian mereka kan berasal dari Sumbar, makanya keluarga mereka banyak yang menjadi korban gempa," ujarnya.
Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Sail Pekanbaru. Biasanya di pasar ini banyak ditemukan sayur mayur, tapi beberapa hari ini tidak banyak lagi. Bahkan beberapa los sayur mayur terlihat kosong tanpa pedagang.(ad)
GEMPA SUMBAR Sayur-sayuran di Pekanbaru Mulai Menghilang
Kiki
Sabtu, 03 Oktober 2009 - 07:09:18 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pasca gempa Sumbar, sayur-sayuran dan beberapa sembako lainnya mulai menghilang di pasaran Pekanbaru. Sayur mayur yang hilang itu antara lain kol, lobak, daun prai, daun sup, bawang merah dan beberapa lainnya sudah ditemukan di pasar.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis