Berdasar rekaman satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan, Provinsi Bengkulu hanya mengalami 2 titik api.
Menyusul Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dengan 4 titik api. Sedangkan Provinsi Sumatera Barat dan Lampung masing-masing hanya 5 titik api. ementara itu, Provinsi Jambi menjadi korban 15 titik kebakaran hutan dan lahan.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah terbanyak sebagai korban kebakaran hutan dan lahan mencapai 23 titik api hari ini. Sehingga total karhutla menjadi 61 titik di wilayah Pulau Sumatera hari ini.
Kepala BMKG Pekanbaru, Philip Mustamu melalui staf analisa Warih mengatakan, cauca cerah dengan temperatur tinggi kembali menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Seperti Riau hari ini, cuaca cerah berawan dengan temperatur 32 dejat celsius mewarnai Riau sepanjang siang tadi, meski ada peluang hujan di malam hari nanti.(Surya)
61 Titik Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera
Kiki
Sabtu, 24 Oktober 2009 - 11:52:34 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Tujuh provinsi menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Sumatera, Sabtu (24/10/09) ini. Selain Provinsi Riau, karhutla juga menyala di daerah Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung. Riau tercatat mempunyai 7 titik karhutla hari ini.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan