Menurut Kepala Peneliti Muda Senior, Yenita, angka temuan uang palsu pada triwulan III tersebut meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yakni Rp.870 ribu, dengan jumlah lembaran 15 lembar.
Dalam temuan tersebut ungkap Yenita, nominal rupiah yang paling sering dipalsukan adalah mata uang Rp.50.000. Hal tersebut dukarenakan, tingkat pengamanan uang 50.000 lebih rendah jika dibandingkan dengan Rp.100.000.
”Kalau nominal 100.000 kan tingkat pengamanannya lebih tinggi seperti banyaknya terdapat benang-benang atau motip yang agak sulit ditiru,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Yenita, untuk menekan peredaran uang palsu itu, BI Pekanbaru secara rutin terus menggelar sosialiasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah terhadap yang palsu.
Selain itu juga, BI Pekanbaru juga gencar mensosialisasikan tentang bagaimana memperlakukan uang dengan baik dan benar. Sehingga peredaran uang palsu dapat dikurango dan disik uang pun tidak cepat rusak, paparnya mengakhiri.(much)
Hati-Hati, Peredaran Uang Palsu di Pekanbaru Meningkat
Kiki
Selasa, 10 November 2009 - 09:58:40 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Dari cash inflow sebesar Rp.220,11 miliar yang masuk ke Bank Indonesia (BI) Pekanbaru, terdapat uang palsu sebanyak 15 lembar. Masing-masing nominal sebesar Rp.1,02 juta atau sebesar 0,000046 persen.
Pilihan Redaksi
IndexMenuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32:00 Wib Umum
Teras Kopi Pekanbaru Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba 17 Agustus
Senin, 17 Agustus 2026 - 16:31:00 Wib Umum
Semarak HUT RI ke-81, Diskominfotik Riau Gelar Lomba Antarbidang, Pererat Kebersamaan
Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:45:11 Wib Umum
Imigrasi Siak Perkuat Komunikasi Publik Lewat Silaturahmi dengan PWI Riau
Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:44:00 Wib Umum