Menurut Kepala Peneliti Muda Senior, Yenita, angka temuan uang palsu pada triwulan III tersebut meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yakni Rp.870 ribu, dengan jumlah lembaran 15 lembar.
Dalam temuan tersebut ungkap Yenita, nominal rupiah yang paling sering dipalsukan adalah mata uang Rp.50.000. Hal tersebut dukarenakan, tingkat pengamanan uang 50.000 lebih rendah jika dibandingkan dengan Rp.100.000.
”Kalau nominal 100.000 kan tingkat pengamanannya lebih tinggi seperti banyaknya terdapat benang-benang atau motip yang agak sulit ditiru,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Yenita, untuk menekan peredaran uang palsu itu, BI Pekanbaru secara rutin terus menggelar sosialiasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah terhadap yang palsu.
Selain itu juga, BI Pekanbaru juga gencar mensosialisasikan tentang bagaimana memperlakukan uang dengan baik dan benar. Sehingga peredaran uang palsu dapat dikurango dan disik uang pun tidak cepat rusak, paparnya mengakhiri.(much)
Hati-Hati, Peredaran Uang Palsu di Pekanbaru Meningkat
Kiki
Selasa, 10 November 2009 - 09:58:40 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Dari cash inflow sebesar Rp.220,11 miliar yang masuk ke Bank Indonesia (BI) Pekanbaru, terdapat uang palsu sebanyak 15 lembar. Masing-masing nominal sebesar Rp.1,02 juta atau sebesar 0,000046 persen.
Pilihan Redaksi
IndexTulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Riau Property Charity Expo 2026 Sukses Digelar, Catat Capaian Transaksi Properti yang Signifikan
Senin, 27 April 2026 - 13:02:25 Wib Umum
LCP Riau Property Gelar Charity Expo dan Bakti Sosial di Mal Ciputra
Sabtu, 25 April 2026 - 20:58:00 Wib Umum
Perkuat Solidaritas Pers Asia Tenggara, Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi ke General Assembly CAJ di Malaysia
Sabtu, 25 April 2026 - 18:32:00 Wib Umum
KONI Kampar Sabet Juara Mini Soccer Cup 2026, Syahrul Aidi dan Amal Fathullah Unjuk Gigi
Sabtu, 25 April 2026 - 12:57:14 Wib Umum