Heri, seorang pemilik toko bangunan di Jalan Hangtuah Pekanbaru mengatakan, terhitung sejak lebaran Idul Fitri pembeli sangat menurun. "Saya sendiri heran, kenapa minat orang membeli bahan bangunan jadi menurun," jelasnya.
Dia mendengar menurunnya pembeli bahan bangunan di Pekanbaru karena pengaruh gempa bumi Sumatera Barat. "Katanya, orang-orang Pekanbaru yang 60 persen warga Minang ini tersedot dananya untuk membantu keluarga yang terkena gempa di Sumbar," ungkapnya.
Tapi apa benar atau tidak, menurut dia, belum bisa dipastikan. Namun yang jelas, sejak dua bulan terakhir pembeli bahan bangunan sangat menurun. "Tidak hanya saya saja, umumnya para pemilik toko bangunan mengalami hal yang sama," ungkapnya.
Hal itu juga diakui Larno, pemilik toko bangunan di Jalan Harapan Raya, Pekanbaru. Dia menyebutkan akhir-akhir ini pembeli bahan bangunan memang menurun drastis. "Saya tidak bisa memastikan apa penyebabnya," tambah dia lagi.(ad)
Penjualan Bahan Bangunan di Pekanbaru Sepi
Kiki
Sabtu, 14 November 2009 - 06:35:45 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Para pemilih toko bahan bangunan di Pekanbaru akhir-akhir ini mengeluh karena sepinya pembeli. Sejak habis lebaran Idul Fitri, dua bulan yang lalu, penjualan bahan-bahan bangunan mengalami penurunan yang cukup drastis.
Pilihan Redaksi
IndexPemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Komitmen Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga
Pasar yang Adil: Etika dan Batas Intervensi Harga dalam Perspektif Islam
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekor Penjualan Kuartal I 2026, Kia Bukukan Pertumbuhan Global 779.169 Unit
Senin, 20 April 2026 - 23:23:24 Wib Ekonomi & Bisnis
Desain Futuristik dan Fitur ADAS Jadi Alasan Konsumen Pilih Kia The All-New Carens untuk Mobilitas Keluarga
Kamis, 16 April 2026 - 11:07:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Mudahkan Produktivitas, Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Google Gemini Melalui Paket Bundling
Rabu, 08 April 2026 - 21:19:13 Wib Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Indosat Melonjak 20 Persen di Lebaran 2026, Teknologi AI Jamin Jaringan Tanpa Jeda
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:33:00 Wib Ekonomi & Bisnis