Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan ketinggian gelombang laut sekitar 1 meter hingga 2,5 meter terjadi di perairan Batam, Selat Singapura dan Tanjung Pinang sekitarnya.
Ketinggian gelombang meningkat hingga rata-rata antara 2 meter hingga 3 meter di perairan Pulau Tujuh Natuna, Matak, Tarempa, Dabosingkep sekitarnya. Kepala Kantor BMKG Pekanbaru Philip Mustamu melalui staf analisa Warih mengatakan, gelombang laut meningkat akibat adanya pengaruh badai tropis di Laut Cina Selatan.
Laut yang berdekatan dengan perairan Kepri tersebut sedang terkena gangguan badai tropis yang menghasilkan cuaca buruk dan angin kencang hingga ke wilayah perairan Kepri. Sehingga, perairan Kepri mengalami gelombang tinggi yang berbahaya bagi pelayaran, terutama kapal tradisional yang sering digunakan nelayan untuk melaut.
Sementara itu, gelombang perairan Provinsi Riau rata-rata 0,5 hingga 1 meter di perairan Bengkalis, Dumai, Selat Panjang dan Selat Melaka termasuk aman bagi pelayaran.(Surya)
Nelayan Terancam Gelombang Tinggi di Kepri
Kiki
Rabu, 18 November 2009 - 13:22:49 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Perairan wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengalami gelombang pasang, Rabu (18/11/09) ini. Ketinggian gelombang laut maksimum mencapai tiga meter. Keadaan itu dinyatakan bahaya bagi pelayaran terutama bagi kapal tradisional yang digunakan nelayan untuk melaut.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Kamis 27 November 2025: Waspada Potensi Hujan di Tengah Bencana Provinsi Tetangga
Rabu, 26 November 2025 - 20:00:11 Wib Lingkungan
Hari ini Langit Cerah, Potensi Hujan Ringan, dan Suasana Kota yang Dinamis
Kamis, 26 Juni 2025 - 13:49:45 Wib Lingkungan
Raih CSR Award Bengkalis, PHR Dinilai Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
Kamis, 09 November 2023 - 16:53:57 Wib Lingkungan
Jumat, PWI Riau-KLHK Gelar "Ngobrol Pintar" Bahas Masalah Perhutanan Sosial
Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:46:26 Wib Lingkungan