"Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 102,57, Nilai Tukar Tanaman Petani Hultikultura (NTPH) 110.11 Nilai Tukar Petabu Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 95,04 Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT( 103,05 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 92,70, terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Abdul Manaf.
Menurut Abdul Manaf, beberapa komuditas yang memberikan andil terbesar terjadinya kenaikan NTP, diantaranya naiknya harga cabe merah, cabe rawit, petani, nangka dan bayam masing-masing dengan andil sebesar 0,78, 042, 021, 016 dan 0,16 persen.
Sementara komuditas yang memberikan andil terbesar terjadi kenaikan indeks harga yang dibayar petani adalah, naiknya harga komuditas cabe rawit, bumbu masak, cabe merah, rokok putih, tempe kedelai, kerupuk dan daging sapi dengan andil masing-masing sebesar 0,32, 0,27, 0,17, 0,10, o,09, 0,08 persen, 0,07 dan 0,07 persen.
Terjadinya inflasi daerah pedesaan di Riau sebesar 0,92 persen. Inflasi tersebut tersebut terjadi karena harga pada kelompok makanan mengalami kenaikan sebesar 1,51 persen.
"Diantaranya, makanan jadi, rokok dan tembakau naik 0,54 persen, kelompok perumahan naik sebesar 0,25 persen. Adapun kelompok sandang naik 0,38 persen, kelompok kesehatan 0,77 persen dan kelompok tranportasi dan komunikasi naik 0,29 persen," jelas Abdul Manaf.(Surya)
NTP Riau Naik 0,13 Persen Pada Oktober 2009
Kiki
Jumat, 04 Desember 2009 - 08:20:37 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai tukar petani (NTP) provinsi Riau naik hanya sekitar 0,13 persen pada Oktober 2009 ini. Kenaikan indeks harga yang diterima petani mencapai 0,86 persen lebih dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,73 persen, dinilai menjadi faktor utama persentase NTP tersebut.
Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Melonjak Double Digit, Indosat Sukses Jaga Keandalan Jaringan Selama Periode Tahun Baru
Rabu, 07 Januari 2026 - 15:51:16 Wib Ekonomi & Bisnis
Jelang Nataru, Indosat Sumatra Optimalkan Jaringan di 123 Titik Prioritas Antisipasi Lonjakan Trafik 27%
Jumat, 19 Desember 2025 - 05:59:20 Wib Ekonomi & Bisnis
Kopi Arabika Garut Tembus Pasar Eropa dan Dubai, Pendapatan Petani Melambung Berkat Program Astra
Jumat, 12 Desember 2025 - 17:29:05 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Raih Penghargaan Bergengsi Fortune Best Companies to Work For 2025 Asia Tenggara, Jadi Satu-satunya Telco RI
Jumat, 12 Desember 2025 - 06:32:17 Wib Ekonomi & Bisnis