Berdasar data satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18, kantor Badan Meteorologi Klimataologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan, Provinsi Riau dan Sumatera Utara tercatat mempunyai masing-masing satu titik api hari ini. Sehingga jumlah titik api akibat karhutla hanya dua titik tersebut di Pulau Sumatera.
Kepala kantor BMKG Pekanbaru Philip Mustamu melalui staf analisa Warih mengatakan, karhutla tumbuh di sejumlah provinsi akibat pelung hujan yang terkadang hanya turun pada malam hari di sejumlah wilayah provinsi.
Sehingga cuaca cerah berawan dan temperatur tinggi siang hari masih membuka peluang terjadi kebakaran hutan dan lahan. Namun Provinsi Riau mengalami cuaca hujan dan berawan sepanjang hari ini. Bahkan, temperatur Riau menurun mencapai 27 derjat celsius.(Surya)
Dua Titik Api Menyala di Sumatera
Kiki
Sabtu, 09 Januari 2010 - 14:09:38 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Sejumlah provinsi masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditengah meluasnya peluang hujan di wilayah Pulau Sumatera. Sedikitnya dua provinsi tercatat mempunyai titik api akibat karhutla, Sabtu (9/01/10) ini. Selain Riau, Provinsi Sumatera Utara juga menjadi korban titik api.
Pilihan Redaksi
IndexPWI Kepri Dilantik Ulang, Akhmad Munir Ingatkan “DNA Pejuang” di Era AI
Fikri Fardhian Pimpin Corporate Communication PHR, Kunjungi PWI Riau
Aza El Munadiyan: Regulasi Penyiaran Harus Beradaptasi dengan Era AI
Woro Indah Bongkar Tantangan Jurnalisme di Tengah Gempuran AI
AI Ubah Wajah Jurnalisme, Syahrul Aidi Dorong Regulasi Baru
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan