Demo Massa SANAK Untuk Sampaikan Aspirasi Tiga Titik

BANGKINANG (RiauInfo) – Puluhan mahasiswa massa dari Satuan Anak Negeri Kampar (SANAK) yang melakukan aksi demo di tiga tempat yaitu di Bundaran di Depan Balai Pendopo Jalan Prof M Yamin Bangkinang, di Kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang di Jalan A Yani Bangkinang, Kantor Bupati Kampar di Jalan Syech Burhanuddin di Bangkinang.

Massa SANAK yang berkumpul di Bundaran depan Balai Pendopo Bupati Kampar Jalan Prof M Yamin membentangkan spanduk berwarna putih dan bertuliskan “Tangkap Burhanuddin Induk Korpusi” dan “Bebaskan Kampar Dari Para Koruptor”.

Tidak itu saja mereka juga membawa kertas karton yang bertuliskan “Usut Tuntas Dana ABPD Kampar”, “Burhanuddin Husin Gayus Tambunan, “KPK Jangan Tidur di Kampar Banyak Tikus Berdasi Di Kampar”, “Kampar Wajib Bebas Dari Korupsi”, “Tangkap Burhanuddin Husin Induk Korupsi”, ” Apa KPK ada Permainan Dengan Pejabat Kampar”. Inilah sederet kata-kata yang dituliskan di Kertas karton, sembari menyampaikan orasi secara bergantian satu dengan yang lainnya.

Aspirasi yang getol disampaikan adalah tentang status tersangka Burhanuddin Husin yang sudah lama dari sejak tiga tahun yang lalu dijadikan tersangka namun hingga saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menahan Burhanuddin Husin.

“Burhanuddin Husin sejak tiga tahun yang lalu sudah dijadikan tersangka namun hingga saat ini tidak ada nyali dari KPK untuk melakukan penangkapan dan saya nilai belum berani menangkapnya. Ada apa dengan KPK, apakah sudah terjadi kongkalikong diantara mereka,” tegas salah seorang orator dari Satuan Anak Negeri Kampar (SANAK) Azrizal saat melakukan aksi unjukrasa di Bundaran Balai Pendopo Bupati Kampar, Kamis (27/01/2011) siang.

Ditegaskan Azrizal, apakah masyarakat mau dipimpin lagi oleh seorang yang koruptor, suara ini murni dari suara masyarakat bersama di Kabupaten Kampar, kalau orang SANAK ini bukan ada unsur politik, ini aspirasi masyarakat Kabupaten Kampar sepenuhnya.

” Kita ada kaitannya dengan politik dan menjelang pilkada Kampar. Kami ingin masyarakat tahu bahwa siapa Burhanuddin Husin itu, masa sudah tiga tahun status tersangka masih bebas begitu saja, lihat sampai saat ini di juga tidak mau tinggal di Bangkinang, pejabat yang ada di Kampar ini banyak yang korupsi, mereka tidak tahu bagaimana penderitaan masyarakat saat ini,” teriak Azrizal.

Iwan Kurniawan yang sebelumnya beberapa waktu lalu juga melakukan aksi demo, kali ini dia mengatakan ini adalah merupakan lanjutan dari yang kemarin, kalau yang kemarin tentang pilkada yang bersih, dan calon yang bersih untuk memimpin Kampar kedepannya.

“Hari ini kita melakukan aksi lagi untuk menanyakan status tersangka Bupati Kampar H Burhanuddin Husin, sudah lama, namun KPK tidak bisa menangkap Burnahuddin, KPK tidak punya gigi dan taring, jangan-jangan KPK sudah disuap untuk mengamankan Bupati Kampar. Bagaimana dengan Pejabat yang memimpin Kampar kalau dia berstatus tersangka dan korupsi juga,” ungkap Iwan sembari meneriakkan yel-yel perjuangan mahasiswa.

Berdasarkan pantauan wartawan yang mengikuti demo hingga selesai, bahwa di Bundaran mereka melakukan aksi unjuk rasa berjalan lancar, aman dan damai cuma ada insiden terjadi ketika massa SANAK mencoret gambar Bupati Kampar ada sebahagian orang yang tidak senang dan mengancam mahasiswa yang melakukan demo tersebut.

Aksi orang yang tidak senang itu, menarik baju para pendemo, tapi ini tidak membuat gentar massa SANAK. Mereka terus saja berjalan menuju Kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang untuk melaku kan aksi demo menemui Kajari Bangkinang Willy Ade Chaidir. Massa yang semula berorasi di Jalan A Yani Bangkinang, setelah itu diperbolehkan masuk kedalam perkarangan Kantor, dan massa berorasi lagi, massa mengajukan permintaan untuk bertemu Kajari.

Hanya sekitar satu jam di bundaran Bupati Kampar, Massa beranjak berangkat ke Kantor Kejaksaan Negeri Bangkinang. Di Kantor Kejari massa menyampaikan aspirasi yang pada dasarnya meminta Kejari untuk menyampaikan aspirasinnya kepada aparat pihak hukum yang lebih tinggi tentang persoalan Burhanuddin Husin sebagai tersangka Illegal loging. Namun tidak ada satupun perwakilan pejabat Kejaksaan yang mau menerima massa dan menyebabkan massa marah dengan melempar telur di plang merek kantor Kejaksaan Negeri bangkinang.

Namun tidak sialnya, saat itu Kajari Bangkinang sedang tidak berada ditempat, lagi berada diluar. Setelah dilakukan mediasi yang semula mereka menerima apa yang disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Bangkinang Insyayadi dan bersama staf di Kejari.

“Saya katakan, saat ini Kajari tidak ada ditempat, lagi keluar. Saya ditugaskan untuk mewakili Kajari untuk menerima perwakilan dari massa SANAK,” ujar Insyayadi.

Massa SANAK tidak terima dengan apa yang disampikan oleh Kasi Intel, massa langsung beranjak keluar area Kantor dan melanjutkan orasi sembari melemparkan telur dan air minuman gelas di Plang Nama Kantor Kejari Bangkinang.

“Kami tidak mau menerima Kasi Inteligen Kejari Bangkinang, yang kami mau itu adalah Kepala Kejaksaan Negeri Bangkinang untuk menerima kami. Masakkan Kasi Inteligen, kami tidak bisa terima. Ada apa Kajari tidak mau menemui kami, yang kami mau itu bertemu langsung dengan Kajari. Ayo kita bubar saja, berarti ini ada permainan, banyak kasus korupsi yang mengendap di Kejari Bangkinang. Banyak mafia kasus di Kejari ini, lihat saja, Kejari tidak bersedia menemui kami. Kami kecewa dengan Kajari Bangkinang,” kecam Azrizal.

Usai melakukan aksi demo di Kejari Bangkinang, SANAK melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Kampar cukup lama juga massa SANAK melakukan orasi di depan Kantor Bupati Kampar di Jalan Syech Burhanuddin, juga tidak ada yang bersedia menerima mereka.

Sambil berorasi silih berganti, massa juga melakukan pembakaran ban di depan Kantor Bupati Kampar, api nampak besar dan asap membumbung tinggi, sehingga anggota Satpol PP yang dipandu Syarbaini Kasi di Kantor Satpol PP Kampar, memerintahkan kepada anak buahnya untuk memadam kan api tersebut.

Iwan Kurniawan di Kantor Bupati Kampar dalam orasinya, mengatakan KPK mandul jangan hanya tidur karena di Propinsi Riau banyak koruptor yang masih bisa beraktivitas termasuk Burhanuddin masih bisa memimpin Kampar.

“Bagaimana seorang koruptor bisa untuk menjadi pemimpin. Negeri Kaya raya dipimpin orang yang berstatus tersangka, bagaimana apakah kita diam saja, mau jadi apa Kampar ini, kalau pemimpin yang tersangka, bagaimana pula pejabat yang ada dibawahnya,” kata Iwan dengan mengunakan pengeras suara.

Disebutkannya, masih banyak lagi persoalan di Kampar yang belum bisa diselesaikan oleh Burhanuddin, misalnya saja persoalan Kamparicom dan pembangunan pasar inpres Bangkinang.

“Rakyat risih dengan tingkah laku para pejabat yang sok alim. Karena korupsi masih merajalela di bumi Serambi Mekah ini. Dan yang paling sedih lagi adalah kemana dana APBD Kampar yang bernilai lebih kurang Rp 1,5 Trilyun setiap tahunnya. Sampai saat ini tidak tahu kemana rimbanya,” beber Iwan.

Massa yang sudah lama berorasi, merasa tidak ada juga tanggapan, massa kembali berjalan melewati jalan samping dan ternyata pintu telah ditutup oleh anggota Satpol PP Kampar. Tidak lama kemudian massa beroasi lagi, dan tampaknya ada tanda-tanda pejabat yang mau menerima mereka. Setelah tidak lama menanti, massa SANAK langsung diterima oleh Asisten I Setdakab Kampar H Zamhur dan Asisten III H Anizur.

Massa juga kecewa dengan jawaban yang disampaikan oleh Anizur, massa minta dia berkomentar tapi dia bilang tidak bisa memberikan jawaban.

“Inikan hak saya untuk tidak menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya, saya tidak bisa memberikan komentar tentang permintaan untuk menjawab,” ujar Anizur dengan wajah sedikit pucat dan kaku dihadapan massa SANAK.

Massa dengan kembali dengan rasa kekesalan yang mendalam, apa yang diharapkan tidak bisa memberikan mereka dapatkan, massa berteriak bersama-sama, sembari membubarkan diri.(arief).

 

Rizki: