Cai Lan Gong, Film Bioskop Pertama Hasil Teknologi Smartphone

962 views

davied1JAKARTA (RiauInfo) – Cai Lan Gong, film urban horor dari Tiongkok, kini menjadi film bioskop pertama di Indonesia yang dibuat berdasarkan teknologi smartphone. Kamis 22 Oktober film produksi Rexinema itu mulai ditayangkan di bioskop XXI.

Kepada wartawan, dalam jumpa pers peluncuran Cai Lan Gong (Buyut Jelangkung) di Platters Café, Setiabudi, Jakarta, kemarin, David Poernomo, sutradara, mengatakan bikin film bioskop menggunakan teknologi smartphone merupakan hal baru di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

Karena itu dibutuhkan tidak saja ketelitian tetapi juga kesabaran yang tinggi. Soalnya, orang yang sudah terbiasa membuat film dengan kamera besar akan sangat canggung ketika diberi pilihan membuat film hanya dengan mengandalkan telepon genggam.

“Awalnya saya canggung. Tetapi, berkat dorongan dari banyak teman termasuk produser yang menyebutkan bikin film dengan teknologi smartphone biaya operasionalnya tidak tinggi, namun kualitas film yang dihasilkan tetap bagus, akhirnya saya mencobanya. Ternyata memang enak juga bikin film bioskop dengan menggunakan handphone. Saya mendapatkan tantangan yang baru setelah memakai Samsung Galaxi 4. Cai Lan Gong itulahhasilnya,” ujar David seraya menambahkan banyak pihak tidak menyangka film itu dibuat melalui handphone.

Artis artis yang dilibatkan menjadi pemain juga memuji kerja keras David Poernomo. Soalnya, kata Vien Febrina, salah seorang pemeran di Cai Lan Gong, ada adegan artis harus terbang di hutan, malam hari, menggunakan kawat baja, sehingga dibutuhkan kecepatan dan ketepatan mengambil momen gambar itu agar adegan tidak diulang-ulang Ternyata begitu melihat di film, adegan terbang itu nampak indah sekali. “Gak nyangka, hanya dengan menggunakan handphone, film Cai Lan Gong menjadi unik,” ujar Inneke Valentina, artis lainnya di film itu.

Penyanyi Derryl Imanalie yang menjadi co produser film itu menegaskan, setelah mencermati dari bebagai pihak, Cai Lan Gong menjadi film pertama di Indonesia dan di dunia yang dibuat melalui handphone. Pihak Samsung yang memproduksi teknologi smartphone itu juga meyakinkan hal itu.

Selama ini, kata Derryl, para sineas terpaku hanya dengan menggunakan kamera besar baru dapat bikin film yang bagus. Padahal teknologi terus maju dan kini memungkinkan sekali para sutradara sutr bikin film bioskop hanya dengan mengandalkan ponsel.

Gagasan menggunakan teknologie smartphone dalam proses pembuatan film bioskop, tahun lalu disampaikan Dr Arief Yahya di acara peringatan Festifal Film Indonesia di Palembang. Dalam kapasitasnya selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya mengatakan, untuk menghindari penggunaan biaya operasional tinggi, dan ikut memecahkan kendala terbatasnya jumlah bioskop di tanah air, para sineas perlu alternatif baru dalam membuat film. Alternatif terbaik adalah menggunakan teknologie smartphone.

“Biayanya murah, hasil filmnya bagus, dan bisa dibeli masyarakat luas dengan menggunakan fasilitas ring back tone. Ini memang sesuatu yang baru, tetapi jika sudah terbiasa, akan terasa manfaatnya yang luar biasa…” ujar Arief Yahya. (Ami Herman)

Posting Terkait