Bupati Ajak ‘Kecil Menanam, Dewasa Memanen’

PEKANBARU (RiauInfo) – Bupati Bengkalis, H Syamsurizal, Jumat pagi (12/12), mencanangkan Gerakan Hari Menanam Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2008 tingkat Kabupaten Bengkalis. Kegiatan pencanangan itu dipusatkan di kompleks SMP Yayasan Al-Amin Jln Antara Ujung Bengkalis.

Syamsurizal dalam kesempatan itu, mengajak seluruh warganya benar-benar dapat menjadikan makna ungkapan ‘Kecil Menanam, Dewasa Memanen’ sebagai sikap dan budaya hidup. Menyatu dalam jiwa dan diwariskan dari satu generasi ke generasi ke berikutnya.

Karena, katanya, menanam pohon dan membuat hutan menjadi terpelihara akan memberikan banyak manfaat. Akan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Sebab, dengan hutan yang dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber perekonomian rakyat yang bernilai ekonomis tinggi.

Kemudian, katanya, hutan juga berfungsi sebagai pilar kelestarian lingkungan. Di tengah terjadinya perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming) dewasa ini, keberadaan hutan menjadi sangat penting dan berfungsi sebagai sabuk pengaman.

“Kepedulian kita dalam menyelamatkan lingkungan dan hutan secara berkelanjutan, bukan saja bermanfaat untuk mengurangi pemasan global. Tetapi juga akan memberikan keuntungan ekonomis kepada kita secara berkenimbungan pula,” ujar Syamsurizal, yang dalam kesempatan itu menanam pohon Mahoni.

Selain bupati, turut melakukan penanaman dalam kegiatan pencanangan tersebut, diantaranya Ketua Pengadilan Negeri R Matras Supomo, Kapolres diwakili Kabag Ops Nur Arsyad Siregar, Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Fauziah Syamsurizal, Ketua Gabungan Organisasi Wanita Ny Hj Hera Triwahyuni Riza, serta peserta pertukaran pemuda Indonesia-Kanada.

Sementara itu, Plt Kadis Kehutanan dan Perkebunan, H Fakhruddin mengatakan, jumlah pohon yang ditanam sebanyak 42.300 batang. Terdiri dari Matoa (6.000 batang), Meranti (10.000), Gaharu (4.000), Petai (3.000), Trembesi (200) dan Ketapang (500). Kemudian, Pulai (4.000), Sukun (900), Durian (1.000), Mahoni (12.000) dan Tampui (700).

Bibit pohon itu, katanya, didistribusikan ke seluruh kecamatan. Yaitu Bengkalis (12.000 batang), Bantan (3.000), Mandau (6.000), Pinggir (3.000), Tebing Tinggi (2.000) dan Tebing Tinggi Barat (2.000). Selanjutnya, Rangsang (2.300), Rangsang Barat (2.000), Merbau (2.000), Bukit Batu (3.000), Rupat (1.000), Rupat Utara (2.000) dan SiakKecil (2.000). ”Khusus pada saat pencanangan ini, pohon yang ditanam sebanyak 500 batang di lahan seluas 1,5 hektar,” kata Fakhruddin.

Selain itu, katanya, juga telah penanam pohon di sejumlah lokasi, seperti di ruas Jln Kelapasari Desa Pedekit. Di ruas jalan sepanjang 1.750 m itu ditanami 437 pohon Mahoni dan Jln Jend. Sudirman Pedekik ditanami187 batang Mahoni. Kemudian juga diserahkan bibit pohon Matoa sebanyak 400 batang kepada warga Jln Gerilya Desa Kelapapati dan Desa Pedekit.

Kemudian, kata Fakhruddin lagi, pada 1 Desember lalu, juga telah dilaksanakan penanam pohon yang dilaksanakan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan lainnya di daerah ini. Kegiatan ini dipusatkan di areal Balai Benih Utama Holtikultura Tamansari Pertanian Jln Bantan Desa Bantuan Kecamatan Bantan.

Pada kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon untuk Ketahanan Pangan Keluarga tingkat Kabupaten Bengkalis di areal seluas 6 hektar itu, katanya, ditanam 2.520 pohon. Terdiri dari Matoa (1.000), Sukun (700), Petai (500), Durian (300) dan Tampui (20).

”Kesemuanya itu, diantaranya merupakan upaya kita untuk mengurangi dampak pemanasan global, absorsi CO2 dan polutan lainnya, mencegah banjir dan kekeringan. Serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti menanam dan memelihara tanaman dan hutan bagi kelestarian lingkungan dan untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Fakhruddin.(ad/rls)
Sementara itu, Plt Kadis Kehutanan dan Perkebunan, H Fakhruddin mengatakan, jumlah pohon yang ditanam sebanyak 42.300 batang. Terdiri dari Matoa (6.000 batang), Meranti (10.000), Gaharu (4.000), Petai (3.000), Trembesi (200) dan Ketapang (500). Kemudian, Pulai (4.000), Sukun (900), Durian (1.000), Mahoni (12.000) dan Tampui (700).

Bibit pohon itu, katanya, didistribusikan ke seluruh kecamatan. Yaitu Bengkalis (12.000 batang), Bantan (3.000), Mandau (6.000), Pinggir (3.000), Tebing Tinggi (2.000) dan Tebing Tinggi Barat (2.000). Selanjutnya, Rangsang (2.300), Rangsang Barat (2.000), Merbau (2.000), Bukit Batu (3.000), Rupat (1.000), Rupat Utara (2.000) dan SiakKecil (2.000). ”Khusus pada saat pencanangan ini, pohon yang ditanam sebanyak 500 batang di lahan seluas 1,5 hektar,” kata Fakhruddin.

Selain itu, katanya, juga telah penanam pohon di sejumlah lokasi, seperti di ruas Jln Kelapasari Desa Pedekit. Di ruas jalan sepanjang 1.750 m itu ditanami 437 pohon Mahoni dan Jln Jend. Sudirman Pedekik ditanami187 batang Mahoni. Kemudian juga diserahkan bibit pohon Matoa sebanyak 400 batang kepada warga Jln Gerilya Desa Kelapapati dan Desa Pedekit.

Kemudian, kata Fakhruddin lagi, pada 1 Desember lalu, juga telah dilaksanakan penanam pohon yang dilaksanakan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan lainnya di daerah ini. Kegiatan ini dipusatkan di areal Balai Benih Utama Holtikultura Tamansari Pertanian Jln Bantan Desa Bantuan Kecamatan Bantan.

Pada kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon untuk Ketahanan Pangan Keluarga tingkat Kabupaten Bengkalis di areal seluas 6 hektar itu, katanya, ditanam 2.520 pohon. Terdiri dari Matoa (1.000), Sukun (700), Petai (500), Durian (300) dan Tampui (20).

”Kesemuanya itu, diantaranya merupakan upaya kita untuk mengurangi dampak pemanasan global, absorsi CO2 dan polutan lainnya, mencegah banjir dan kekeringan. Serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti menanam dan memelihara tanaman dan hutan bagi kelestarian lingkungan dan untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Fakhruddin.(ad/rls)

Rizki: