Yanin Kholison Soroti Integritas dan Masa Depan Media Riau

Selasa, 15 September 2026 | 11:30:38 WIB
Yanin Kholison, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, menilai media perlu bertransformasi, termasuk mengurangi ketergantungan pada iklan dan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan konten jurnalistik.

PEKANBARU (RiauInfo) – Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, menyoroti pentingnya integritas dalam transaksi serta kemampuan media beradaptasi dengan perubahan industri migas. Hal itu disampaikan Yanin dalam diskusi “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” di Sekretariat PWI Riau, Selasa, 15 September 2026.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari acara Pengumuman Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026. Kegiatan menghadirkan dua pembicara, yakni Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Erwin Ardian dan Dr. Suyanto, SSos, MSc.

Yanin Kholison memberikan tanggapan setelah mendengarkan paparan kedua narasumber. Menurut Yanin, sejumlah gagasan dalam diskusi memiliki keterkaitan dengan kondisi industri migas, terutama dalam membangun hubungan yang sehat antara perusahaan, media, dan berbagai pemangku kepentingan.

Integritas Menjadi Landasan Transaksi

Yanin menekankan bahwa integritas harus menjadi bagian penting dalam setiap transaksi dan interaksi bisnis. Kejujuran, menurut Yanin, tidak semestinya ditempatkan di bawah kepentingan memperoleh keuntungan materi.

“Yang paling penting dalam transaksi adalah kejujuran. Keuntungan materi tidak boleh menjadi ukuran utama,” kata Yanin. 

Yanin juga mengaitkan integritas dengan harga diri seseorang. Nilai seseorang, menurut pandangan yang disampaikannya, tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah harta benda yang dimiliki.

“Jangan sampai harga diri kita diukur dari nilai harta benda. Kepercayaan justru menjadi modal yang sangat penting dalam hubungan bisnis,” ujar Yanin.

Menurut Yanin, kepercayaan menjadi landasan utama dalam membangun interaksi bisnis yang berkelanjutan. Kepercayaan juga berkaitan erat dengan konsistensi antara komitmen, tindakan, dan tanggung jawab setiap pihak.

Media Menghadapi Transformasi Industri

Selain integritas, Yanin menyoroti perubahan yang dihadapi industri media. Media dituntut semakin kreatif dalam mengembangkan model keberlanjutan, termasuk menghadapi tantangan yang muncul dari ketergantungan terhadap pendapatan iklan.

Perubahan tersebut membuat media perlu mencari pendekatan baru dalam menghasilkan dan mengemas konten. Kreativitas menjadi salah satu aspek penting agar karya jurnalistik tetap memiliki nilai bagi pembaca sekaligus relevan dengan perkembangan industri.

Yanin menilai tantangan tersebut juga berlaku ketika media memberitakan sektor yang memiliki karakter teknis, termasuk industri migas. Informasi mengenai migas sering kali berkaitan dengan istilah, proses, dan persoalan teknis yang tidak selalu mudah dipahami masyarakat umum.

Karena itu, Yanin menekankan pentingnya kemampuan media mengemas informasi teknis menjadi konten yang lebih humanis. Pengemasan tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai industri migas lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan substansi pemberitaan.

“Informasi yang teknis perlu dikemas menjadi konten yang humanis supaya masyarakat lebih mudah memahami apa yang dilakukan industri migas dan apa manfaatnya,” kata Yanin.

 

Peluang Kolaborasi Konten Kreatif

Yanin juga melihat adanya peluang kolaborasi antara media dan industri melalui pengembangan konten yang kreatif dan inovatif. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mampu menyampaikan informasi secara menarik dan relevan.

Menurut Yanin, kreativitas media tidak hanya berkaitan dengan bentuk penyajian, tetapi juga kemampuan menemukan sudut pandang yang membuat informasi teknis memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat.

Dalam konteks industri migas, kemampuan tersebut dapat menjadi ruang bagi media untuk mengangkat berbagai informasi secara lebih komunikatif. Pendekatan humanis dapat membantu pembaca memahami isu industri migas dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Gagasan Yanin disampaikan dalam forum yang secara khusus membahas tantangan dan masa depan pers di Riau. Forum tersebut mempertemukan insan pers dan peserta diskusi untuk membahas perubahan lingkungan media serta kebutuhan meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

Acara Pengumuman LKTJ Ali Kelana 2026 dan Diskusi “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” berlangsung di Sekretariat PWI Riau pada 15 September 2026. Diskusi menghadirkan Erwin Ardian, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, serta Dr. Suyanto, SSos, MSc sebagai pembicara.

 

 

Terkini