Walikota Pekanbaru: SIEXPO 2026 Perkuat Industri Sawit dan UMKM

Jumat, 07 Agustus 2026 | 19:09:00 WIB
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menilai SIEXPO mendukung produktivitas sawit melalui inovasi, teknologi, serta promosi produk pendukung perkebunan.

PEKANBARU (RiauInfo) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menyambut penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 sebagai momentum memperkuat ekosistem industri kelapa sawit sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau. SIEXPO 2026 berlangsung di SKA CoEx, Pekanbaru, pada 6–8 Agustus 2026.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan penyelenggaraan SIEXPO yang telah memasuki tahun keempat berturut-turut menjadi kebanggaan bagi Kota Pekanbaru. Menurut Agung, kepercayaan menjadikan Pekanbaru sebagai tuan rumah menunjukkan posisi strategis kota tersebut dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan selamat datang di Kota Pekanbaru. Mudah-mudahan masyarakatnya ramah dan kulinernya luar biasa. Kegiatan ini sudah empat tahun berturut-turut dilaksanakan dan sangat penting bagi Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau. Kota Pekanbaru terus menjadi tempat terselenggaranya SIEXPO dan ini merupakan sebuah kehormatan," kata Agung saat membuka hari kedua SIEXPO 2026 di SKA CoEx, Jumat (7/8/2026).

Agung menjelaskan, penyelenggaraan SIEXPO 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM melalui penyediaan stan secara gratis. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peluang promosi produk lokal sekaligus mendukung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Riau.

SIEXPO Dorong Produktivitas Industri Sawit

Menurut Agung Nugroho, SIEXPO menjadi wadah bagi pelaku usaha perkebunan sawit untuk memperoleh informasi mengenai inovasi, teknologi, serta berbagai produk pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas perkebunan.

"Melalui SIEXPO, pelaku usaha bisa mendapatkan informasi mengenai produk-produk pendukung, mulai dari pupuk, alat-alat yang tepat, hingga teknologi yang dapat meningkatkan hasil panen sawit," ujarnya.

Agung menegaskan komoditas kelapa sawit memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Riau. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi industri sawit diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kelapa sawit sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Riau. Kami berharap SIEXPO terus hadir pada tahun-tahun mendatang sehingga pelaku usaha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi Indonesia," katanya.

Selain menjadi ajang promosi bisnis, SIEXPO 2026 juga menghadirkan berbagai informasi mengenai praktik budidaya, teknik panen, hingga penanganan hama tanaman. Materi tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas perkebunan secara berkelanjutan.

Hadirkan Peserta Mancanegara dan Dukung Pariwisata

Ketua SIEXPO 2026 Qayuum Amri mengatakan pameran tahun ini diikuti peserta dan pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran peserta internasional dinilai tidak hanya memperkuat jejaring bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Provinsi Riau.

"Selain bisnis sawit, kegiatan ini juga menjadi ajang peningkatan pariwisata. Kami juga melibatkan banyak tenaga kerja lokal dalam penyelenggaraan acara sebagai bentuk dukungan terhadap industri sawit yang kita cintai," ujar Qayuum Amri.

Qayuum menambahkan rangkaian SIEXPO 2026 akan berlanjut pada Sabtu (8/8/2026). Agenda tersebut dijadwalkan menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy yang akan menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pengembangan hilirisasi kelapa sawit, khususnya di Provinsi Riau.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026 Dr. Gulat Medali Emas Manurung mengatakan SIEXPO merupakan pameran kelapa sawit terbesar di Indonesia yang dipadukan dengan seminar nasional mengenai perkembangan industri sawit.

Menurut Gulat, Provinsi Riau dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Luas perkebunan sawit di Riau mencapai sekitar 4,1 juta hektare, atau hampir 30 persen dari total luas perkebunan sawit nasional yang mencapai sekitar 16 juta hektare.

"Riau adalah miniatur Indonesia dalam sektor sawit. Karena itu, setiap peringatan Hari Jadi Provinsi Riau kami menghadirkan SIEXPO sebagai bentuk kontribusi bagi daerah," pungkas Gulat.

Dengan dukungan Pemerintah Kota Pekanbaru, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah, SIEXPO 2026 diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat industri kelapa sawit nasional, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi bagi Provinsi Riau dan Indonesia.

 

Terkini