Menteri Bappenas Apresiasi SIEXPO 2026, Bahas Masa Depan Industri Sawit

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:05:45 WIB
Qayuum Amri menyampaikan bahwa Prof. Rachmat Pambudy mengapresiasi undangan pembukaan SIEXPO 2026 yang akan berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Pekanbaru, Riau.

PEKANBARU (RiauInfo) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi atas undangan untuk membuka Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang akan digelar pada 6–8 Agustus 2026 di Ballroom Ska Co-Ex, Pekanbaru, Riau. Kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas dinilai akan memperkuat arah pembangunan industri sawit nasional yang berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Rachmat Pambudy saat menerima audiensi panitia SIEXPO 2026 di Jakarta. Delegasi panitia dipimpin oleh Ketua Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, bersama Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026, Dr. Gulat Manurung.

SIEXPO 2026 mengusung tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit". Tema tersebut berfokus pada transformasi industri kelapa sawit melalui hilirisasi bernilai tambah tinggi, penguatan peran petani swadaya, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan yang diakui secara internasional.

Menurut Dr. Gulat Manurung, pemilihan Provinsi Riau sebagai lokasi penyelenggaraan sangat relevan karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Kondisi itu menjadikan Pekanbaru sebagai tempat strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, dan petani dalam membahas masa depan industri sawit.

Bappenas Dinilai Berperan Strategis

Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026, Dr. Gulat Manurung, menegaskan bahwa undangan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas memiliki dasar yang kuat karena Satuan Tugas Program Strategis Nasional (PSN) Sawit berada di bawah koordinasi Kementerian PPN/Bappenas.

"Jadi kita ingin mendengar secara langsung dari Bapak Menteri arah pembangunan kestrategisan sawit jangka menengah dan jangka panjang," ujar Dr. Gulat Manurung.

Dr. Gulat menjelaskan bahwa kerangka acuan pembangunan sektor sawit sebagai bagian dari Program Strategis Nasional disusun oleh Bappenas. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan industri sawit diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, SIEXPO 2026 menjadi forum yang tepat untuk menyampaikan arah kebijakan tersebut kepada seluruh pelaku industri, termasuk perusahaan, asosiasi, akademisi, hingga petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia.

Target 8.000 Pengunjung dan 185 Booth

Ketua Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, menyatakan bahwa rencana kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas memberikan optimisme besar bagi perkembangan industri sawit nasional.

"Kehadiran Menteri PPN/Kepala Bappenas akan memperkuat sinergi antara regulasi makro pemerintah dengan realita di lapangan. SIEXPO 2026 dirancang bukan hanya sebagai tempat pameran teknologi pertambangan dan pertanian sawit terkini, tetapi juga sebagai forum strategis untuk melahirkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri sawit dari hulu hingga hilir," kata Qayuum Amri.

SIEXPO 2026 diproyeksikan dihadiri ribuan peserta yang berasal dari pelaku usaha, asosiasi petani kelapa sawit, akademisi, investor, hingga perwakilan negara sahabat. Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi juga akan membahas berbagai isu strategis, seperti peningkatan produktivitas lahan, pengendalian penyakit Ganoderma, digitalisasi tata kelola sawit, regulasi perdagangan internasional, serta percepatan transisi energi melalui pemanfaatan biodiesel.

Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, SIEXPO terus menunjukkan pertumbuhan. Tahun ini panitia menyiapkan sekitar 20 booth khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha skala kecil.

Panitia juga menargetkan 8.000 pengunjung selama pelaksanaan SIEXPO 2026, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung. Dari sisi peserta pameran, jumlah booth bertambah menjadi 185 booth, naik dari sekitar 150 booth pada tahun lalu.

Ratusan peserta pameran akan menampilkan berbagai inovasi untuk industri sawit, meliputi teknologi kecerdasan buatan (AI), alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleochemical, benih sawit, drone, sistem digitalisasi, logistik, kendaraan listrik, hingga perangkat keselamatan kerja. Penyelenggara berharap SIEXPO 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi teknologi, tetapi juga menghasilkan kolaborasi dan rekomendasi kebijakan yang memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.

SIEXPO 2026 mengusung tema "Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit" serta membahas hilirisasi, keberlanjutan, digitalisasi, biodiesel, dan Program Strategis Nasional Sawit.

Penyelenggara menargetkan 8.000 pengunjung dan menghadirkan 185 booth yang menampilkan inovasi teknologi untuk mendukung daya saing industri sawit Indonesia.

Terkini