Dalam forest dialog dibicarakan tiga topik diantaranya pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam konteks pengembangan industri perkayuan di Riau secara keseluruhan, baik dari aspek bisnis maupun aspek ekonominya.
Kemudian pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan kaitannya dengan konservasi di Provinsi Riau, Ketiga pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kaitannya dengan penuntasan masalah kemiskinan dan juga terkait dengan kemitraan perusahaan dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan HTI.
Peserta dialog dari Stakholder beberapa kalangan pengusaha di dalam maupun luar negeri, LSM lingkungan, LSM sosial dan pihak pemerintah.
Mubariq memaparkan Forest Dialog tentang pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dilaksanakan di Riau karena provinsi ini salah satu komponen utama perekonomiannya adalah berbasis industri kehutanan, yaitu industri pulp dan kertas. Untuk industri pulp saja Provinsi Riau memproduksi hampir 70 persen dari produksi nasional. Karena itu wajar kalau Riau dipilih sebagai tempat Dialog Forest ini.***