Menurut Syamsuar, upaya ini dilakukan menyusul data warga miskin daerah Meranti mencapai 34,8 persen dari 200 kepala keluarganya masih hidup dalam garis kemiskinan.
Keadaan itu terjadi dari beberapa faktor antara lain masih rendahnya SDM dan anggaran daerah Meranti untuk mencapai pembangunan. Sehingga, Syamsur menegaskan program penigkatan SDM, pengelolaan SDA akan tepat dan cepat terwujud jika didukung APBD yang memadai.
"Kita sedang menjalankan program yang berbasis pemberdayaan SDM dan SDA daerah Meranti. 34,8 persen dari 200 KK warga Meranti masih berada dalam garis kemiskinan. Kita masih butuh dana yang memadai untuk mebangun daerah ini. Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya masih rendah untuk mendukung program ini,"ungkap Syamsuar.(Surya)