Ady Indra Pawennari, Sosok Inspiratif Dari Riau Peraih Gelar Pahlawan Inovasi Teknologi

1920 views

adi IndraJAKARTA (RiauInfo) – Beruntung sekali Ady Indra Pawennari. Pasalnya, dia tidak pernah bermimpi bahwa kecerdasan serta kamauan kerasnya melakukan inovasi teknologi selama bertahun tahun, demi semangatnya membantu banyak sesama, telah membuatnya sebagai salah seorang dari 9 Pahlawan Untuk Indonesia 2015.

Ya, gelar tersebut diterimanya dari panitia pusat dalam acara Malam Anugerah Pahlawan Untuk Indonesia di gedung MNC News Center, Jakarta, Senin malam 9 November. Acara tersebut akan disiarkan MNCTV Selasa malam ini tanggal 10 November.

Siapa sebenarnya sosok inspiratif dari Riau ini? Ady Indra Pawennari lahir 42 tahun silam di Wajo, Sulawesi Selatan. Tetapi sejak kecil sudah diajak tinggal bersama keluarganya di daerah kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Di daerah Indragiri Hilir, Ady Indra banyak menghabiskan waktu dengan mengolah kelapa butir. Dia juga memberdayakan sabut kelapa dan tempurung kelapa sebagai komoditas bernilai ekonomis.

Namun masyarakat pesisir daerah tempat tinggalnya tidak menganggap penting apa yang diolah pria berdarah Bugis ini. Masyarakat pesisir menilai apa yang dikerjakan Ady Indra adalah pekerjaan gampang sehingga tidak menarik untuk diikuti. Padahal apa yang dikerjakan Ady Indra sebenarnya tidak sekedar memberdayakan sabut dan tempurung kelapa, tetapi juga memberdayakan limbah menjadi bahan komoditas bernilai dan menghasilkan rupiah.

Agar apa yang dikerjalkannya bisa diikuti warga lainnya di Indragiri Hilir, Ady Indra mernawarkan konsep penyelamatan lingkungan dengan teknik reklamasi dan revegetasi lahan kritis dan lahan bekas tambang menggunakan media sabut kelapa.

Dia mengubah sabut kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber. Selain mengandung unsur hara, cocopeat juga dapat menyerap dan menyimpan air hingga tiga kali lipat lebih banyak.

Tahun 2009, Ady mendirikan pabrik pengolahan sabut kelapa. Pabrik itu rata rata mengolah 16 ribu butir kelapa setiap hari.

Konsep yang ditawarkannya tentu saja disertai argumentasi secara ilmiah dan ujicoba lapangan yang telah dilakukan BPPT di lahan bekas tambang batubara di Kalimantan Timur dan nikel di Sulawesi Tenggara.

Di Tanjung Pinang, cocopeat ini diberikan kepada petani untuk pengolahan dan penanaman di lahan tandus. Bahkan, Ady juga memunculkan ide baru bagi petani tambak udang. Lahan tambak udang yang awalnya gersang, diubah menjadi hutan bakau. Konsep ini juga membudidayakan ikan atau udang dengan tanaman bakau.

Ady juga membantu pengusaha kecil dan menengah pembuat sofa di Tanjung Pinang, dengan menawarkan bahan pengganti busa dalam pembuatan sofa. Busa sofa diganti dengan coco fiber atau serat sabut kelapa. Dengan bahan tersebut, harga sofa bisa ditawarkan 50 persen lebih rendah daripada sofa berbahan busa.

“Saya lakukan semua itu ikhlas untuk membantu sesama. Mudah mudahan dengan anugerah gelar Pahlawan Untuk Indonesia ini saya makin bersemangat memberi inspirasi kepada warga Riau,” ujar Ady Indra Pawennari. (Ami Herman)

Posting Terkait