Sepi Pengunjung Akibat Kurang Sosialisasi

470 views

PEKANBARU (Riau Info): Berlangsungnya festival Pantun se Sumatera sejak Kamis 20 Juni hingga hari ini Jumat 22 Juni 2007 mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, terutama soal sepinya warga yang datang menyaksikan festival tersebut.

Ketua Dewan Medan, Shafwan Hadi Umry mengatakan, even seperti ini sangat baik dan baru pertama kali dirinya mengikuti even seperti ini. Namun Shafwan menyayangkan, selama festival berlangsung, dia menyaksikan sangat kurang pengunjung yang mengahadiri even bergengsi ini.

Syafwan menilai, sosialisasi untuk menimbulkan minat khususnya kawula muda. kurang dijalankan oleh panitia. ”Di tempat kami, jika ada acara seperti ini akan diberitahu ke sekolah serta diminta pada pihak sekolah mengkoordinir siswanya ke lokasi oleh guru kesenian,” jelasnya.

Menurut Shafwan perlunya kalangan muda diikutsertakan dalam katergori festival. ”Seharusnya ada kategori tersendiri bagi kalangan muda. Sehingga tidak ada kesan budaya atau tradisi hanya dilakoni oleh orang-orang tua khususnya budya pantun,” ungkap Shafwan.

Dosen UISU medan ini menamhkan, di Medan jika ada acara kesenian atau budaya dan tradisi sejenis selalu ramai dihadiri oleh pengunjung baik peserta maupun penonton. “Mungkin disini karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh panitia,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DKR Riau, Eddy Ahhmad RM, memberikan pandangan serupa dengan ketua Dewa Kesenian Medan tadi. ”Kita perlu menggalakkan budaya khususnya pantun ini ke generasi muda agar kebudyaan dan kesenian bernuansa melayu memiliki generasi penerus,” jelasnya.

Pantun adalah satu-satunya karya sastra lisan yang memepunyai daya aktualisasi dan improvisasi serta bisa berkembang sesuai zaman. Dan pantun hanya dimiliki oleh budaya melayu. “Makanya perlu diperkenalkan kepada generasi penerus,” tambahnya lagi. (Surya)

 

Posting Terkait