"Dengan demikian jangan jadikan kekurangan tersebut sebahgai rasa putus asa kita untuk mendapatkan yang lebih baik, sebab dimana kekurangan disitu juga pasti ada kelebihan, jadi semua yang kita inginkan kalau kita benar-benar serius pasti akan tercapai," ungkap Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan dihalaman Masjid Al-Mubaroqah Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan. Selasa (15/02/2011) kemarin.
Teguh menambahkan bahwa tidak boleh terlalu cepat putus asa, karena apapun pasti bisa lakukan dan raih yang penting melakukanya dengan penuh keyakinan dan sungguh-sungguh, begitu pun hendaknya dengan kehidupan anak kedepannya harus lebih baik dari hidup sekarang ini dengan cara mendidik anak-anak belajar mandiri dalam arti tidak dimanja.
" Karena walaupun hidup kita serba kekurangan tersebut akan tetapi kita selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk merubahnya pasti bisa, akan tetapi walaupun hidup orang tua serba mewah tapi hidup anaknya tidak diajarkan hidup mandiri atau terbiasa dimanjakan akhirnya mereka tidak akan bisa sukses akan selalu bergantung kepada orang tua," kata Teguh.
Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya Anggota DPRD Kampar Sujarwo, Manager PT RAPP Andre, Kepala Desa gunung Sari Susanto, Ninik Mamak, Toko Masyarakat, Pemuda dan Masyarakat Desa Rimba Beringin Kecamatan Gunung Sahilan.
Sementara itu Ustadz Karyanto yang sebagai anggota DPRD Kabupaten Kampar selaku penceramah
pada acara tersebut dalam tausiahnya menyampaikan sesuai dengan tema yang telah dibuat oleh
panitia yaitu dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1342 H ini. "Kita Jadikan Kebangkitan Islam Dalam Memperbaiki Ahklak," ujar Karyanto.
Diterangkan Karyanto, dengan demikian hendaknya bisa memulai hidup ini dengan meningkatkan ahlak yang lebih baik mulai dari tahap Dunia, Negara, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan yang paling terkecil hidup dalam Rumah Tangga, dalam rumah tangga saja bisa memulainya kepada istri dan anak-anak.(arief)
Hidup Tidak Boleh Putus Asa
Kiki
Jumat, 18 Februari 2011 - 01:31:12 WIB
BANGKINANG (RiauInfo) - Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali dirasakan perbedaan walaupun sesama manusia, baik dari segi ekonomi, jabatan tetapi bagi Allah itu semua akan tetapi yang membedakan hanyalah tingkat keimanan masing-masing, tetapi selalu saja merasa akan kekurangan.
Pilihan Redaksi
IndexAkhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Judi Online di Indonesia: Regulasi, Dampak Sosial-Ekonomi, dan Statistik
Ustadz Hendri K Kupas Kunci Rumah Tangga Samawa di Masjid Al-Jihad Pekanbaru
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum
Ketua SMSI Riau Hadiri Rapimnas di Jakarta, Bahas Nasib Media Digital Pasca Pertemuan Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:09:00 Wib Umum
SMSI Ingatkan Kedaulatan Digital RI Terancam Usai Kesepakatan ART Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 13:59:10 Wib Umum