PEKANBARU (RiauInfo) – Khalil Azyumardi Abnel, alumni MAN 1 Kota Pekanbaru, berhasil meraih Bronze Medal bidang Astronomi pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 di Hanoi, Vietnam, pada 5 Oktober 2026. Prestasi tersebut mengantarkan Khalil membawa nama Indonesia dalam kompetisi sains tingkat internasional.
Capaian di IOAA 2026 menjadi puncak perjalanan Khalil di bidang astronomi. Saat menjalani proses pembinaan, Khalil masih duduk di kelas XII MAN 1 Kota Pekanbaru.
Sebelum menembus kompetisi internasional, Khalil lebih dahulu mencatat prestasi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025. Dalam ajang tersebut, Khalil meraih Medali Perak bidang Astronomi.
Prestasi pada OSN 2025 menjadi salah satu pijakan bagi Khalil untuk mengikuti proses seleksi menuju olimpiade sains internasional melalui Pelatihan Nasional (Platnas). Setelah melewati tahapan seleksi dan pembinaan, Khalil akhirnya lolos dan dipercaya menjadi bagian dari delegasi Indonesia pada IOAA 2026 di Hanoi, Vietnam.
Dari Prestasi Nasional Menuju Kompetisi Dunia
Perjalanan Khalil menunjukkan bahwa prestasi internasional tersebut tidak diraih secara instan. Medali perunggu di IOAA 2026 merupakan kelanjutan dari proses pembinaan yang telah dimulai melalui kompetisi nasional di bawah binaan MAN 1 Kota Pekanbaru.
Kepala MAN 1 Kota Pekanbaru, Norerlinda, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian Khalil. Menurut Norerlinda, keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari proses panjang yang telah dilalui.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi Khalil. Yang membanggakan bukan hanya medali yang diraih di tingkat internasional, tetapi juga proses panjang yang dilaluinya,” kata Norerlinda.
Norerlinda menjelaskan, perjalanan Khalil dimulai dari Medali Perak OSN 2025 bidang Astronomi, kemudian berlanjut ke proses seleksi dan pembinaan hingga mampu meraih Bronze Medal pada IOAA 2026. Proses tersebut, menurut Norerlinda, menjadi bukti bahwa pembinaan secara berkelanjutan dapat mengantarkan siswa madrasah ke tingkat dunia.
“Kami berharap capaian Khalil menjadi inspirasi bagi siswa-siswa MAN 1 Pekanbaru. Jangan berhenti pada prestasi nasional. Ketika memiliki potensi dan kesempatan, teruslah berproses dan berani mencoba tantangan di tingkat internasional,” lanjut Norerlinda.
Pembinaan Olimpiade Berkelanjutan
Ketua Program Olimpiade MAN 1 Kota Pekanbaru, Khairul Munir, mengatakan prestasi Khalil pada OSN 2025 menjadi momentum penting yang membuka peluang menuju kompetisi internasional.
“Ketika Khalil meraih Medali Perak OSN 2025 bidang Astronomi, kami melihat ada potensi besar yang bisa terus dikembangkan. Karena itu, kami mendorong dan memfasilitasinya untuk mengikuti proses seleksi menuju olimpiade internasional,” ungkap Khairul Munir.
Khairul Munir menegaskan keberhasilan Khalil di IOAA merupakan hasil kesinambungan antara potensi siswa, pembinaan yang dilakukan madrasah, serta kerja keras Khalil dalam menjalani setiap tahapan kompetisi dan pembinaan.
Koordinator Program Olimpiade MAN 1 Kota Pekanbaru, Afriana Yori, juga menilai prestasi Khalil pada OSN 2025 menjadi awal penting untuk melanjutkan pencapaian ke jenjang yang lebih tinggi.
“Prestasi Khalil di OSN 2025 menjadi awal yang sangat penting. Setelah mendapatkan Medali Perak Astronomi, kami terus mendorong agar potensinya tidak berhenti di tingkat nasional,” ujar Afriana Yori.
Menurut Afriana Yori, Khalil kemudian mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju olimpiade internasional hingga akhirnya meraih Bronze Medal pada IOAA 2026. Pengalaman tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi perkembangan akademik dan karakter siswa.
“Bagi kami, medali tentu membanggakan, tetapi prosesnya jauh lebih berharga. Siswa belajar menghadapi tantangan, tekanan kompetisi, memecahkan persoalan yang kompleks, dan berhadapan dengan peserta dari berbagai negara,” katanya.
Kini, Khalil telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi alumni MAN 1 Kota Pekanbaru. Prestasi di bidang astronomi tersebut menjadi bagian dari perjalanan madrasah dalam membina siswa berprestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa MAN 1 Kota Pekanbaru untuk melanjutkan pencapaian dari tingkat nasional ke tingkat internasional.
Perjalanan Khalil juga memperlihatkan bahwa prestasi nasional dapat menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar melalui proses seleksi dan pembinaan yang berkelanjutan. Semangat tersebut sejalan dengan motto MAN 1 Kota Pekanbaru, “Jadikan Prestasi sebagai Tradisi.”