PEKANBARU (RiauInfo) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau. Audiensi membahas status kepengurusan PWI Riau, kondisi Gedung Kantor PWI Riau, penguatan kompetensi wartawan, penertiban media, serta persiapan agenda Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar memimpin rombongan pengurus dalam pertemuan tersebut. Raja Isyam Azwar didampingi Sekretaris PWI Riau N Doni Dwi Putra, Wakil Sekretaris Jinto Lumban Gaol, Bendahara Anthony Harry, dan Wakil Bendahara Luna Agustin.
Dari Pemerintah Provinsi Riau, SF Hariyanto didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Umum, serta jajaran terkait.

Kepengurusan PWI Riau Bersatu
Dalam audiensi tersebut, Pengurus PWI Riau melaporkan bahwa dinamika kepengurusan PWI telah selesai. Kepengurusan PWI Riau kini menyatakan bersatu di bawah kepemimpinan Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir.
PWI Riau juga menyampaikan jumlah anggota PWI di seluruh Provinsi Riau saat ini mencapai 1.178 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 380 hingga 400 anggota berdomisili atau bertugas di Kota Pekanbaru.
SF Hariyanto menyambut positif kondisi tersebut. Plt Gubernur Riau mengapresiasi bersatunya kembali kepengurusan PWI karena dinilai dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan insan pers.
“Dengan bersatunya kepengurusan PWI, koordinasi antara pemerintah daerah dan insan pers diharapkan dapat berjalan lebih solid,” demikian apresiasi Gubernur.
Gedung PWI Riau Perlu Diperbaiki
Selain hal organisasi, PWI Riau menyampaikan kondisi sarana dan prasarana Gedung Kantor PWI Riau. Gedung yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius pada bagian struktur atap dan plafon.
Kerusakan tersebut menyebabkan kebocoran yang terjadi secara merata ketika hujan. Kondisi itu juga disebut kerap menyebabkan banjir di dalam gedung sehingga mengganggu pemanfaatan gedung sebagai kantor PWI.
Menanggapi laporan tersebut, SF Hariyanto menyatakan akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengecekan. Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk mengetahui kondisi fisik bangunan sekaligus menentukan langkah perbaikan atau rehabilitasi agar Gedung Kantor PWI Riau dapat digunakan secara layak.
Penguatan Kompetensi Wartawan
Audiensi juga membahas perkembangan media online di Provinsi Riau. Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar menyampaikan bahwa jumlah media online di Riau telah mencapai lebih dari 5.600 media, yang disebut sebagai salah satu jumlah tertinggi di Indonesia.
Di sisi lain, jumlah wartawan yang telah tersertifikasi dan berorganisasi masih sangat terbatas dibandingkan dengan pertumbuhan media. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian PWI Riau dalam upaya meningkatkan profesionalisme pers di daerah.
Raja Isyam juga menyampaikan adanya keluhan dari sejumlah pihak, mulai dari kepala sekolah hingga kepala desa, mengenai oknum yang mengaku sebagai wartawan. Persoalan tersebut dinilai berkaitan dengan masih banyaknya media yang belum terverifikasi dan wartawan yang belum memiliki kompetensi serta administrasi yang jelas.
Karena itu, PWI Riau mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk memfasilitasi program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Sekolah Jurnalistik. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas wartawan di Provinsi Riau.
SF Hariyanto menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung profesionalisme insan pers. Dukungan tersebut diarahkan kepada insan pers yang terdaftar, tertib administrasi, dan memiliki legalitas resmi.
Dukungan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto juga memaparkan kondisi keuangan daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau menghadapi tekanan akibat pemotongan atau penurunan Transfer ke Daerah (TKD) serta Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat.
Pemerintah Provinsi Riau juga menghadapi kewajiban fiskal lainnya yang harus dipenuhi, termasuk pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta berbagai program prioritas nasional dan daerah.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan anggaran pembangunan dan kegiatan daerah secara efisien dan realistis. Karena itu, dukungan terhadap berbagai program, termasuk kegiatan organisasi dan pers, akan disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah.
Persiapan HPN dan Porwanas
PWI Riau dalam audiensi tersebut turut melaporkan persiapan agenda nasional berupa Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Kedua agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan April di Provinsi Lampung.
Pelaksanaan HPN dan Porwanas sebelumnya dijadwalkan pada Februari, tetapi kemudian diundur menjadi April karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
SF Hariyanto menyatakan Pemerintah Provinsi Riau siap memberikan dukungan terhadap agenda tersebut. Dukungan Pemprov Riau akan diberikan sesuai kapasitas serta kemampuan keuangan daerah yang tersedia.
Audiensi tersebut menjadi forum bagi PWI Riau dan Pemerintah Provinsi Riau untuk membahas penguatan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, pembenahan sarana kantor, serta persiapan agenda nasional pers. PWI Riau selanjutnya mendorong tindak lanjut pembahasan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi Riau.