BATIC 2026 Bahas Autonomous AI, 2.700 Delegasi Hadir di Bali

BATIC 2026 Bahas Autonomous AI, 2.700 Delegasi Hadir di Bali
BATIC 2026 digelar Telin pada 24–28 Agustus 2026 di Bali dan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara.

NUSA DUA (RiauInfo) – Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara di Bali pada 24–28 Agustus 2026. Konferensi internasional yang digelar PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan yang berfokus pada bisnis internasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), konektivitas global, cloud, dan infrastruktur digital. 

Memasuki penyelenggaraan ke-11, BATIC 2026 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, regulator, investor, hyperscaler, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem digital yang saling terhubung. 

Salah satu isu yang mendapat perhatian besar dalam BATIC 2026 adalah Autonomous AI, yakni perkembangan AI yang memungkinkan sistem menjalankan tugas dan proses secara lebih mandiri. Perkembangan tersebut menunjukkan pergeseran industri dari penggunaan AI generatif sebagai alat bantu menuju pemanfaatan AI untuk menjalankan proses bisnis secara lebih otomatis.

Autonomous AI Jadi Fokus Baru

Telin menghadirkan ignitePRO, konferensi eksekutif yang secara khusus membahas transformasi enterprise pada era Autonomous AI. Forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, penyedia teknologi, investor, serta mitra ekosistem digital untuk membahas penerapan AI dalam skala bisnis. 

Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan BATIC terus berkembang mengikuti perubahan industri digital. Menurut Ansyori, kehadiran ignitePRO menjadi bagian dari upaya Telin mendorong adopsi Autonomous AI sekaligus memperkuat aspek keamanan dan kepercayaan dalam sistem digital.

“Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan enterprise akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya (trust & security),” kata Abdul Rahman Ansyori. 

Ansyori juga menilai peningkatan partisipasi industri global dan kolaborasi lintas ekosistem memperkuat posisi BATIC sebagai forum yang tidak hanya membahas perkembangan teknologi, tetapi juga mendorong terbentuknya peluang bisnis dan kemitraan. 

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah peserta BATIC 2026 meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. BATIC 2025 diikuti sekitar 1.800 delegasi dari 55 negara, sedangkan BATIC 2026 mencapai lebih dari 2.700 delegasi dari lebih dari 67 negara. 

Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan pelaku industri digital dalam forum BATIC. Pertumbuhan jumlah peserta juga diikuti peningkatan pertemuan bisnis yang tercatat dalam agenda konferensi.

Telin mencatat lebih dari 4.200 agenda business meeting selama BATIC 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi perusahaan dan pelaku ekosistem digital untuk mengeksplorasi peluang kerja sama serta membangun kemitraan lintas negara. 

Infrastruktur Digital Makin Strategis

Selain Autonomous AI, BATIC 2026 membahas kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang mampu menopang pertumbuhan penggunaan AI. Cloud, konektivitas global, jaringan fiber, dan kabel bawah laut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai masa depan ekosistem digital.

Perkembangan AI membuat kebutuhan terhadap kapasitas komputasi, penyimpanan data, konektivitas, dan keamanan digital semakin besar. Karena itu, adopsi AI tidak hanya berkaitan dengan perangkat lunak, tetapi juga membutuhkan fondasi infrastruktur yang mampu mendukung pengoperasian sistem secara andal.

BATIC 2026 juga mengangkat isu komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, pengembangan infrastruktur subsea cable, jaringan fiber, platform digital, serta kemitraan strategis. Berbagai pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik. 

Bagi dunia usaha, perkembangan tersebut menunjukkan perubahan posisi AI dalam strategi perusahaan. AI semakin bergerak dari sekadar alat produktivitas menjadi bagian dari infrastruktur bisnis yang dapat digunakan untuk mengotomatisasi proses, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pengambilan keputusan.

Perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI dengan cloud, konektivitas, data, keamanan siber, dan infrastruktur digital berpeluang membangun proses bisnis yang lebih terotomatisasi. Namun, penerapan tersebut tetap membutuhkan sistem digital yang terpercaya, tata kelola yang tepat, dan infrastruktur yang memadai.

Melalui BATIC 2026, Telin dan Telkom Group mendorong kolaborasi antara pelaku industri nasional dan global untuk mempercepat perkembangan ekosistem digital. Forum yang berlangsung di Bali hingga 28 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak untuk membahas teknologi sekaligus membuka peluang kemitraan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital berikutnya. 

 

Berita Lainnya

Index