PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Tema Pembangunan Energi Berkelanjutan

PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Tema Pembangunan Energi Berkelanjutan
Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar

PEKANBARU (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau mulai mematangkan persiapan pelaksanaan ajang penghargaan tahunan Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026. Kompetisi bergengsi bagi insan pers di Bumi Lancang Kuning ini akan mempertandingkan dua kategori utama, yaitu kategori karya tulis jurnalistik dan kategori karya foto jurnalistik.

Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini mengusung tema besar "Pembangunan Energi Berkelanjutan". Pengumuman mengenai kepastian tema dan jalannya kompetisi tersebut disampaikan langsung oleh jajaran pengurus PWI Riau di Pekanbaru pada Sabtu (13/6/2026).

Raja Isyam Azwar menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi ruang apresiasi sekaligus dorongan bagi para wartawan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga muruah profesi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mengubah lanskap industri media saat ini.

"LKTJ Ali Kelana ini adalah satu upaya dan ikhtiar kami untuk terus mendorong wartawan anggota PWI Riau agar terus melahirkan karya jurnalistik yang bermutu di tengah distrubsi media dan ancaman kecerdasan buatan," kata Raja Isyam Azwar dalam keterangannya.

Isu Lingkungan dan Kearifan Lokal

Tema "Pembangunan Energi Berkelanjutan" yang dipilih panitia mencakup cakupan isu yang luas dan mendalam. Para peserta dapat mengeksplorasi mulai dari inovasi teknologi energi, implementasi kebijakan pemerintah, dampak lingkungan, hingga proses transisi ekonomi yang sedang berjalan.

Selain fokus pada teknologi dan regulasi, panitia juga memberikan ruang bagi isu-isu sosial budaya. Peserta diperbolehkan mengangkat subtema mengenai transisi energi ramah lingkungan yang berjalan selaras dengan budaya serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Koordinator Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ), Hary B Koriun, yang mendampingi Ketua PWI Riau, menambahkan bahwa panitia memberikan tenggat waktu yang cukup longgar bagi peserta untuk mengumpulkan karya terbaik mereka. Periode publikasi karya yang diperbolehkan ikut serta mencakup kurun waktu hampir satu tahun.

"Karya yang dilombakan harus sudah pernah dipublikasikan di media cetak maupun daring dalam periode Agustus 2025 hingga 15 Juli 2026," ujar Hary B Koriun memberikan rincian terkait linimasa pengumpulan materi lomba.

Aturan Ketat dan Total Hadiah

Sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia, batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 15 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Seluruh berkas pendaftaran dan karya wajib dikirimkan melalui surat elektronik resmi PWI Riau, sebelum memasuki proses penjurian dan pengumuman pemenang pada 31 Juli 2026.

Terkait aspek pembiayaan dan apresiasi, panitia telah menyediakan stimulus berupa uang tunai bagi para pemenang. Untuk kategori karya tulis, panitia menyiapkan hadiah utama sebesar Rp7,5 juta serta apresiasi bagi lima nominator yang masing-masing akan menerima Rp500 ribu.

Sementara itu, untuk kategori foto jurnalistik, panitia menyediakan hadiah utama sebesar Rp5 juta. Sama halnya dengan kategori tulisan, lima nominator terbaik untuk kategori foto juga masing-masing akan menerima uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Mengenai persyaratan kepesertaan, kompetisi ini mewajibkan peserta berstatus sebagai anggota PWI aktif yang dibuktikan melalui kepemilikan kartu anggota. Karya tulis yang dikirimkan harus berbentuk feature atau laporan mendalam dengan panjang tulisan minimal 1.500 kata.

Panitia juga memberlakukan aturan ketat terkait otentisitas karya, di mana seluruh karya harus merupakan hasil liputan asli, bukan produk kecerdasan buatan (AI), ataupun plagiat. Karya tulis dikirim dalam format Microsoft Word disertai PDF bukti pemuatan, sedangkan kategori foto dikirim dalam format JPG berkualitas tinggi beserta PDF bukti publikasi, dengan keputusan dewan juri yang bersifat final.

 

Berita Lainnya

Index