PWI Pusat Serahkan Uang Duka, Mengenang Kebaikan Almarhum Zulmansyah Sekedang di Malam Ketiga

PWI Pusat Serahkan Uang Duka, Mengenang Kebaikan Almarhum Zulmansyah Sekedang di Malam Ketiga
Wakil Bendahara Umum Herlina mewakili Ketua Umum PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang yang diterima oleh putera almarhum, Abiyyu pada tahlilan malam ketiga, Senin 20 April 2026 di Pekanbaru

PEKANBARU (RiauInfo) – Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum H. Zulmansyah Sekedang di Pekanbaru pada Senin (20/4/2026) malam, saat dilaksanakan doa bersama memperingati tiga hari wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat tersebut. Acara yang lazim disebut "meniga hari" ini menjadi momentum bagi keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyerahkan uang duka sebagai bentuk kepedulian organisasi.

Penyerahan uang duka tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PWI Pusat, Herlina, yang didampingi oleh Pengurus PWI Pusat, H. Ardiansyah Tanjung. Bantuan tersebut diterima oleh putra almarhum, Abbiyu, sebagai ahli waris, disaksikan oleh jajaran pengurus PWI Riau termasuk Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar dan Sekretaris M. Doni Putra.

Herlina menjelaskan bahwa dirinya hadir mewakili Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir secara fisik karena sedang berada di Jakarta. Meskipun sebelumnya sempat hadir pada hari pemakaman, Akhmad Munir menitipkan pesan duka cita mendalam dan permohonan maaf melalui Herlina karena tidak bisa mengikuti tahlilan di malam ketiga ini dengan menyerahkan titipan uang duka.

Dalam sambutannya, Herlina menegaskan bahwa kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi seluruh insan pers di Indonesia. Sosok almarhum dikenal sebagai wartawan yang memiliki dedikasi yang luar biasa tinggi terhadap organisasi serta tanggung jawab yang besar dalam menjalankan amanah sebagai Sekjen PWI Pusat hingga akhir hayatnya.

PWI Pusat berharap agar uang duka yang diserahkan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Doa-doa terbaik dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.

Tausyiah dan Kenangan Kebaikan Almarhum

Berbeda dengan malam pertama dan kedua yang diisi dengan pembacaan Yasin dan tahlil, rangkaian doa malam ketiga ini dilengkapi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz HM Ikhwan. Dalam ceramahnya, sang ustadz memaparkan sisi humanis dan kedermawanan almarhum yang mungkin tidak banyak diketahui oleh publik luas namun membekas bagi orang-orang terdekat.

Ustadz HM Ikhwan mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat peduli pada urusan keumatan, di mana Zulmansyah dipercaya menjabat sebagai Ketua Masjid di lingkungan tempat tinggalnya. Salah satu amal jariyah yang rutin dilakukan almarhum adalah menyalurkan bantuan berupa satu ton kurma setiap memasuki bulan suci Ramadhan untuk para gharin di berbagai masjid.

Proses pendistribusian bantuan tersebut biasanya melibatkan rekan-rekan wartawan di PWI Riau dan warga sekitar, menunjukkan betapa almarhum mampu menyatukan semangat organisasi dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa peran almarhum melampaui tugas-tugas jurnalistik, namun juga menyentuh aspek spiritual dan sosial di lingkungannya.

Ustadz HM Ikhwan juga memberikan pesan penguatan kepada istri dan anak almarhum agar tetap tegar. Ia menyampaikan bahwa dengan banyaknya kesaksian akan kebaikan almarhum semasa hidup, serta keikhlasan dari pihak keluarga, insya Allah almarhum Zulmansyah Sekedang berpulang dalam keadaan husnul khotimah.

Kehadiran Tokoh dan Rekan Sejawat

Malam ketiga doa bersama ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga rekan sejawat sesama wartawan. Salah satu tokoh yang hadir adalah mantan Gubernur Riau, HR Mambang Mit, yang menyempatkan diri datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai mitra strategis pemerintah tersebut.

Selain tokoh daerah, terlihat pula kehadiran pengurus RT dan RW setempat, warga lingkungan, serta para senior PWI yang telah lama bekerja bersama almarhum. Kehadiran para sahabat dan sanak saudara yang memenuhi kediaman duka memperlihatkan betapa luasnya jaringan pertemanan dan tingginya rasa hormat publik terhadap almarhum.

Sebagai penutup, pihak keluarga yang diwakili oleh Abiyu menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas perhatian serta uang duka yang diberikan oleh PWI Pusat. Kepedulian organisasi yang tetap mendampingi hingga hari ketiga ini menjadi penghibur lara bagi keluarga di tengah suasana duka yang mendalam.

 

Berita Lainnya

Index