Sayangnya, Pemko Pekanbaru sendiri sangat terlambat dalam menanggapi keresahan tersebut. Buktinya sampai saat ini belum pernah ada pengambilkan tindakan terhadap para penangkar burung walet tersebut, kendati sudah meresahkan banyak orang.
Salah satu masyarakat yang resah di sekitar Jalan Hangtuah Gang Perdamaian Pekanbaru. Disitu ada penangkaran burung walet yang dilakukan di atas sebuah ruko. Suara burung yang berasal dari sound system tidak hanya memekakan telinga di siang hari tapi juga malam hari.
Zaki, salah seorang warga mengatakan setiap malam dia sulit tidur karena suara kicauan burung tidak berhenti. "Suaranya benar-benar memekakkan telinga, sehingga kami tidak bisa tidur," ujarnya.
Diakuinya, dia dan beberapa warga disana sudah pernah mengingkatkan pemilik penangkaran burung walet itu untuk menghentikan usahanya itu, namun pihak pemilik mengatakan dia sudah mendapatkan izin dari aparat.
"Saya sendiri heran, apakah memang benar sudah ada izinnya. Maklumlah saya orang kecil yang tidak mengerti hukum, jadi tidak tahu bagaimana hal yang sebenarnya," ujar dia lagi.
Makanya, menurut dia, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Memang diakuinya pernah punya keinginan melaporkan masalah ini ke walikota. "Tapi takut kalau apa yang saya lakukan itu, malah dianggap salah. Makanya saya kemudian mendiamkannya saja," ungkap dia.
Karena itu, Zaki berharap adanya kepastian hukum masalah penangkaran burung walet ini. Kalau memang tidak dibolehkan adanya penangkaran burung walet di pemukiman penduduk, tolong segera diberitahukan kepada masyarakat.
"Jadi dengan demikian, masyarakat bisa mengambil tindakan jika merasa dirugikan oleh adanya penangkaran burung walet itu," ujarnya. Apalagi menurut dia, penangkapan burung walet itu bisa juga menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.(Ad)
Penangkaran Burung Walet Sudah Meresahkan Warga Pekanbaru
Kiki
Ahad, 18 Februari 2007 - 09:36:55 WIB
PEKANBARU (RiauInfo): Kegiatan penangkaran burung walet yang dilakukan di tengah pemukiman penduduk telah mulai meresahkan warga Pekanbaru. Hal ini bukan saja disebabkan berisiknya suara burung yang dihasilkan sound system, tapi juga dampaknya ke kesehatan sangat dikhawatirkan.
Pilihan Redaksi
IndexPanitia Rapimprov Kadin Riau Kebut Persiapan Menuju 24 September
HUT RI ke-81 di Kedungsari Meriah Bertabur Hadiah, Pemuda RW 02 Jadi Penggerak Kegiatan
Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Imigrasi Pekanbaru
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan
Menuju 70 Tahun Astra: Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
KPK Tetapkan Bupati Kuansing, Sekda, dan Direktur PT MIS sebagai Tersangka Suap Jabatan
Rabu, 01 Juli 2026 - 19:17:00 Wib Hukrim
Rida K Liamsi Mengaku Dizalimi, Tuntut Hak dan Keadilan di Riau Pos
Selasa, 30 Juni 2026 - 18:21:09 Wib Hukrim