Kadisperindag Riau H.Ruslaini Rahman dalam keterangannya di Pekanbaru pengiriman beras ini dibagi dua tahap dan diharapkan bisa menstabilkan konsdisi sekarang ini. "Dalam waktu dekat Riau dapat beras 34 ribu ton beras yang akan masuk dari Dumai. Jadi isu terjadinya kelangkaan beras tidak ada sama sekali," katanya.
Begitu juga dengan masalah kenaikan harga beras, Ruslaini mengatakan beras yang harganya melambung hingga Rp 6.700 adalah beras medium keatas. Namun demikian pihak Disperindag tetap menjadwalkan operasi pasar dengan harga beras hanya Rp 3,700 secara bergiliran disemua wilayah.
"Mengimbangi kenaikan harga beras saat ini kita terus melakukan operasi pasar. Misalnya kemarin siang bekerjasama dengan Bulog operasi yang dilakukan berhasil menjual 5 ton beras sehari," ujarnya.
Khusus untuk operasi pasar, Ruslaini mengatakan pihak Disperindag merubah pola penyaluran yang sebelumnya tidak membatasi jumlah pembelian. Saat ini, setiap orang hanya boleh mengambil 10 kg saja dengan maksud untuk menghindari penyalahgunaan operasi pasar untuk
kepentingan bisnis.
"Sekarang kita membatasi pembelian hanya 10 kg saja per orang. Ini untuk menghindari agar tidak ada kecurangan dengan mengambil dalam partai besar lalu menjualnya lagi kepada masyarakat," katanya.(Ad)
Secara Bertahap 34 ribu Ton Beras Masuk ke Riau
Kiki
Jumat, 23 Februari 2007 - 09:13:05 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kelangkaan beras yang terjadi di Riau akhir-akhir ini bakal teratasi. Sebab secara bertahap hingga bulan Mei 2007 nanti 34 ribu ton beras akan masuk ke Riau. Dengan masuknya beras ini diharapkan harganya di Riau akan normal kembali.
Pilihan Redaksi
IndexKadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Senin, 21 September 2026 - 10:11:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Ahad, 20 September 2026 - 15:00:34 Wib Ekonomi & Bisnis
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Ahad, 20 September 2026 - 14:44:35 Wib Ekonomi & Bisnis
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Ahad, 20 September 2026 - 10:36:25 Wib Ekonomi & Bisnis