Saat ini hampir di setiap ruas jalan di Pekanbaru didemukan depot pengisian air isi ulang tersebut. Hanya dengan membayar antara Rp2.500 sampai Rp3.000 mereka bisa mendapatkan air bersih satu galon.
Akan tetap, disamping banyak warga yang meminat air tersebut, ada juga yang ragu mengkonsumsinya. Mereka meragukan tingkat sterilisasinya karena proses produksi airnya masih menggunakan peralatan sederhana.
Pihak Dinas Kesehatan Pekanbaru sendiri tidak menjamin air isi ulang yang kini tumbuh menjamur di daerah ini apakah sudah sterilisasi atau belum. Ini dibuktikan dari rekomendasi yang dikeluarkan Diskes tak satupun air isi ulang tersebut layak dijadikan air minum.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Saiful Bahri Rab, proses pemasukan air dari kran ke dalam galon tidak dilakukan kurang begitu bagus. Akibatnya air terkontaminasi dengan galon yang tidak dijamin kebersihannya.(Ad)
Diskes Tak Berani Jamin Keamanannya
Kiki
Selasa, 20 Maret 2007 - 10:12:55 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Akhir-akhir ini warga yang menggeluti usaha air isi ulang makin menjamur saja di Pekanbaru. Hal ini disebabkan karena banyaknya peminat air isi ulang tersebut karena harganya jauh murah dibandingkan air bermerek.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Digitalisasi UMKM dan Kesiapan Nyata
Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Gebrakan Teknologi, Indosat Hadirkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara pada MWC 2026
Senin, 02 Maret 2026 - 22:32:47 Wib Ekonomi & Bisnis
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-Al, Platform Al Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:23:34 Wib Ekonomi & Bisnis
Kenyamanan dan Fitur Keselamatan Jadi Magnet, Pengunjung IIMS 2026 Ramai-ramai Jajal The All New Kia Carens
Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:06:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan Digital, IM3 Luncurkan Fitur SATSPAM+ Berbasis AIvolusi5G
Jumat, 13 Februari 2026 - 13:48:40 Wib Ekonomi & Bisnis