Dengan dibebaskannya lahan untuk pembangunan jalan tol oleh Pemprov Riau bersama Pemkab/Pemko yang dilalui jalan tersebut, diharapkan minat investor untuk ikut dalam tender nantinya akan meningkat.
"Sampai sejauh ini, rencana pembangunanan Jalan tol Pekanbaru-Dumai belum benar-benar diminati investor. Dalam rencana tender sebelumnya yang telah dilakukan, ada dua investor yang ingin melaksanakan tender,' ungkap Kepala Dinas Kimpraswil Riau Ir Lukman Abbas.
Namun karena persyaratannya harus ada minimal tiga investor, maka proses tender itu ditunda dulu, dan sampai sekarang belum ada kemajuan.
Lukman mengatakan, mengenai tol ini, setiap proses yang mau ditawarkan pada investor ada aturannya. Semua pihak yang terkait mulai dari Kimpraswil, Bappeda, BPI dan lainnya bertanggungjawab dalam hal ini.
"Kita memproses, ada aturannya, administrasinya. Untuk diusulkan itu sebelumnya ada studi, ada penelitian, semua dimasukkan ke BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol) Departemen PU. Di situ kriteria yang memenuhi syarat diumumkan," katanya.
Sebelumnya memang sudah ada yang menawarkan, cuma diulang lagi. BPJT meminta dilengkapi apa yang membuat menarik investor untuk berinvestasi pada tol ini. Sejauh ini tak ada peminat yang serius, karena untuk tender tol ini, minimal tiga perusahaan.
Bagaimanapun, ujarnya, investor pastilah mencari keuntungan dengan menanamkan investasinya. "Jadi mungkin mereka menilai masih tak balik modal dengan kondisi yang ada sekarang. Indikasinya, jumlah kendaraan yang masih kurang," ujarnya.(Ad)
Realisasi Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Alami Kendala
Kiki
Jumat, 30 Maret 2007 - 01:22:57 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Rencana pembangunan jalan tol antara Pekanbaru-Dumai mengalami kendala karena masih kurangnya minat investor untuk membangun jalan tol tersebut. Untuk itulah kini Pemprov Riau berusaha meningkatkan minat itu dengan melakukan pembebasan lahan.
Pilihan Redaksi
IndexKadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Senin, 21 September 2026 - 10:11:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Ahad, 20 September 2026 - 15:00:34 Wib Ekonomi & Bisnis
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Ahad, 20 September 2026 - 14:44:35 Wib Ekonomi & Bisnis
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Ahad, 20 September 2026 - 10:36:25 Wib Ekonomi & Bisnis